Harga dan Biaya Pengaruhi Pertumbuhan Industri di Revolusi Industri 4.0

0
368

JAKARTA, presidentpost.id – Ada perbedaan antara revolusi industri 3.0 dan revolusi industri 4.0. Menurut Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, perbedaan antara revolusi industri 3.0 pertumbuhan didorong oleh laba. Sedangkan 4.0 lebih dipengaruhi oleh harga dan biaya.

“Revolusi Industri 4.0 tidak sepenuhnya tergantung pada kecerdasan buatan (artificial intelegence). Sebab tetap saja Revolusi Industri 4.0 melibatkan pemikiran dan emosi juga,” ujar Menperin saat Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB (), Jakarta (16/4/18).

Selain itu, Menperin menegaskan bahwa ada lima sektor industri yang menjadi pendorong perkembangan Revolusi Industri 4.0.

“Sektor industri makanan dan minuman, kimia, tekstil, elektronik dan otomotif,” katanya.

Namun, Menperin menkankan bahwa teknologi internet terutama dengan bandwith besar menjadi tulang punggung Revolusi Industri 4.0. Untuk industri Pnecetakkan, saat ini lebih dimotori teknologi tiga dimensi (3D Printing Tecnology) telah merevolusi pembuatan sample atau produk dari industri, yang artinya jenis pekerjaan akan ada perubahan.

“Menurut studi yang terpenting adalah industrial data. Sektor industri lainnya memang tetap penting karena tidak semuanyta dapat tergantikan oleh digitalisasi,” ungkapnya.

Menperin, menambahkan ke depan isunya dalah bagaimana Indonesia membuat proyek prcontohan dan berikutnya adalah masalah keamanan data.

“Kasus bocornya data pribadi di AS dengan Facebooknya dapat dijadikan contoh. Sehingga, masalah Hak Intelektual; menjadi kunci bagi pengembangan revolusi industri 4.0,” terang Menperin.

Menperin menegaskan, bahwa untuk memasuki revolusi industri 4.0 punya modal pasar domestyik yang besar dan memiliki universitas yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

“Indonesia hingga 2030 masih menikmati bonus demografi di mana tenaga kerja dengan usia produktif begitu besar. Maka pada saat itu Indonesia haruys memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Ini Jadi momentum yang tidak bisa dkita sia-siakan,” tandas Menperin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here