Wakil Walikota Magelang Hadir di Nggerebeg Ngresiki Sampah Pasar Rejowinangun

0
314
jatengprov.go.id

MAGELANG, presidentpost.id – Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pedagang untuk terus menjaga kebersihan pasar Rejowinangun. Kepedulian ini harus ada dalam diri pedagang dan masyarakat, terlebih pasar Rejowinangun telah memperoleh penghargaan Anugerah Pancawara sebagai pasar tradisional terbaik se-Indonesia.

“Keberadaan pasar Rejowinangun sebagai salah satu pasar tradisional merupakan cermin pertumbuhan ekonomi rakyat. Untuk itu, keberadaan pasar ini harus dikembangkan dan diberdayakan, baik dari sisi manajemen, kebersihan, higienitas, juga tekhnologinya,” jelas Windarti, di sela kegiatan Nggerebeg Ngresiki Sampah di Pasar Rejowinangun, Jumat (13/4).
Windarti mengatakan, adanya perubahan gaya hidup dan pesatnya pembangunan pasar modern telah membuat pengaruh besar terhadap eksistensi pasar tradisional. Kondisi ini sedikit banyak telah mengusik keberadaan pasar tradisional.
“Karena banyak konsumen yang lebih nyaman dan memilih belanja di pasar modern. Untuk itu, pasar tradisional harus dikemas dalam tata ruang yang apik, terang, lapang, sejug, sehingga konsumen tidak lagi disuguhi suasana yang kotor, panas, sumpek, dan becek,” terang Windarti.
Windarti juga mengapresiasi kegiatan nggerebeg ngresiki sampah pasar. Terutama setelah melihat aktualisasi yang sangat positif dan baik, dari TNI, Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah, Paguyuban Pasar, pelajar, serta masyarakat di lingkungan pasar.
“Karena dengan adanya upaya pengelolaan sampah pasar, akan membuat pasar ini menjadi tempat yang bersih dan nyaman. Sehingga dapat bersaing dengan pasar modern, serta meningkatkan minat konsumen untuk mengunjungi pasar tradisional,” urainya, dikutip dari presidentpost.id.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Magelang, Sri Retno Murtiningsih menambahkan, kegiatan nggerebeg ngresiki sampah pasar merupakan bagian dari Program Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS) dalam peringatan Hari Peduli Sampah.
“Kegiatan TBBS ini meliputi sosialisasi kebijakan dan program pengelolaan sampah, gerakan kebersihan, pelaksanaan kegiatan yang minim sampah (less waste even), serta fasilitasi kegiatan bersama masyarakat dalam upaya gotong royong bersih sampah,” jelas Sri.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tugas memotivasi dan menstimulasi gerakan masyarakat terhadap implementasi program pemerintah pusat. (TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here