Dedi Mulyadi Ingin Anak-Anak di Lingkungan Kawasan Industri Dipersiapkan Sebagai Pemimpin

0
469
Dedi Mulyadi

CIKARANG, presidentpost.id – Hari ini President University sebagai mitra industri di Jawa Barat khususnya area Bekasi – Cikarang – Karawang, menghadirkan lagi 2 pasangan calon (paslon) Pilgub ke acara “Dialog Industri” di President Executive Club, Jababeka, Rabu (18/4).

Paslon yang hadir kali ini adalah dari nomor 2 yaitu Anton Charliyan dan nomor 4 yaitu Dedi Mulyadi, dengan sesi yang terpisah dimana Paslon nomor 4 akan memulainya terlebih dahulu dan ketika selesai maka berlanjut ke sesi berikutnya dengan Paslon nomor 2 untuk menyampaikan program-programnya.

Untuk diketahui, sebelumnya President University telah mengadakan acara yang sama dengan 2 Paslon lainnya yaitu nomor 1 Ridwan Kamil dan nomor 3 Sudrajat pada Maret (27/3) lalu.

Pada kesempatannya, Dedi menjelaskan bahwa yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah mempercepat izin lokasi ke pemegang izin lokasi.

“Pemerintah harus bersinergi dengan seluruh jajaran yang ada di tingkat desa dan kecamatan untuk tidak memberikan izin di luar izin lokasi. Sehingga harganya harus didorong sesuai dengan harga tingkat kebutuhan percepatan industri itu sendiri,” ujarnya.

Selanjutnya ia mengatakan ada yang lebih penting dari urusan tanah, regulasi, urusan perizinan yaitu sumber daya manusia (SDM).

“Kesalahannya adalah menyiapkan industri dulu baru SDM nya. Ketika industri dulu baru manusia, orang yang tidak paham iklim industri akan terjadi kekacauan dalam berfikir,” katanya.

Dedi menjelaskan Untuk menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri kerja membutuhkan jangka waktu 5 sampai 10 tahun. Ke depan ia ingin membangun sekolah di kawasan industri yang sesuai dengan kurikulum dan standarisasi yang dibutuhkan dunia industri.

“Dalam setiap kawasan industri harus dibangun sekolah SMK yang semuanya distandarisasi oleh industri. Biarkan industri yang merumuskan kurikulumnya, biarkan mereka yang bangun laboratorium,” jelas Dedi.

Dia juga melihat masih ada kesenjangan di lingkungan kawasan industri, ia ingin anak-anak miskin di sekitar kawasan industri dipersiapkan dan difasilitasi untuk dididik menjadi seorang pemimpin yang profesional.

“Sudah semestinya disetiap kawasan industri memiliki politeknik gratis minimal di jenjang D3  dengan sistem camp  agar anak-anak itu benar-benar dididik dan dibina sampai siap menjadi seorang  pemimpin,” pungkasnya. (Harwin/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here