Alibaba Dirikan Gudang Dengan Pengoperasian 60 Unit Robot

0
545

JAKARTA, presidentpost.id – Perusahaan e-commerce raksasa asal China, Alibaba membangun gudang yang dioperasikan oleh 60 unit robot. Robot yang mampu mengisi dya baterai secara otomatis ini kuat mengangkat barang dengan beban maksimal 600 kilogram dan bekerja bersama pekerja yang kemudian melakukan packaging dan mengantarnya ke konsumen di seluruh dunia.

Yang menarik, penggunaan robot ini diakui oleh Jack Ma, pendiri Alibaba, mampu meningkatkan produktivitas. Robot yang menerima sinyal instruksi lewat jaringan wifi ini dapat bergerak dengan kecepatan 1,5 meter per detik ke arah mana saja untuk menemukan barang di dalam gudang. Ada sekitar 32.300 rak dalam gudang tersebut. Robot akan bergerak ke titik drop-off yang ditentukan. Kemudian, pekerja tinggal mengambilnya.

Setiap robot ini dilengkapi dengan laser yang mampu mendeteksi pergerakan robot lain sehingga tidak akan saling bertabrakan. Robot yang diproduksi oleh Quicktron ini dinamai Zhu Que atau Vermilion Bird. Saat terisi daya penuh, satu robot bisa beroperasi hingga 8 jam tanpa jeda.

Zhu Que telah membantu para pekerja yang semula harus berlarian di sekitar gudang untuk mencari barang yang mereka cari. Secara tradisional, seorang pekerja mampu menyortir 1.500 produk selama 7,5 jam kerja (1 kali shift) dan melakukan 27.924 langkah kaki. Dengan bantuan Zhu Que, pekerja tersebut bisa menyortir 3.000 produk dalam waktu yang sama dan hanya membutuhkan 2.563 langkah kaki. Robot ini mulai digunaka pada Juli 2017 lalu di gudang seluas 3.000 meter persegi yang terletak di kota  Huiyang, Provinsi Guangdong China bagian selatan. Robot ini dimiliki oleh T-mall, anak usaha Alibaba.

Robot sepertinya akan menjadi tenaga masa depan perusahaan retail yang memiliki output gudang berat seperti Alibaba. Baru 2 tahun yang lalu, Alibaba, SoftBank Corp, dan Foxconn mengumumkan kerja sama dengan Alibaba dan Foxconn masing-masing akan menginvestasikan sekitar 14,5 miliar yen ke SoftBank Robotics Holdings, unit usaha grup SoftBank yang fokus pada pengembangan bisnis robot.

“Sejak kita memasuki era teknologi data, robot akan menjadi bidang penting yang memicu terobosan-terobosan di bidang teknologi di berbagai sektor usaha, seperti kesehatan, layanan publik, penelitian, dan di rumah. Kerja sama kami dengan SoftBank dan Foxconn mengombinasikan perangkat keras terbaik dan perangkat lunak terbaik di industri ini yang mendorong pengembangan dan penelitian robot.

Tentu, ini akan berdampak positif bagi kehidupan jutaan manusia,” kata Ma, seperti yang dikutip dari wartaekonomi.co.id.

Sebagai salah satu raksasa retailer di dunia, Alibaba diperkirakan mencatatkan penjualan sekitar US$1,13 triliun pada 2017 lalu, berdasarkan data eMarketer, yang merepresentasikan setengah dari total nilai penjulan online di dunia. Perusanaan logistik dan ritel online terus berupaya meningkatkan efisiensi.

STO Express, salah satu perusahaan logistik terbesar di China juga menggunakan robot di gudang mereka yang terletak di Linyi, provinsi Shandong. Di sana, ada sekitar 300 robot yang dinamai Little Orange untuk bekerja bersama para pekerja untuk menyortir 20.000 parsel setiap jamnya. Robot yang mampu mengisi daya secara otomatis ini mampu menghemat 70% tenaga pekerja di gudang seluas 21.000 meter persegi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here