Melihat Potensi, Adaro Incar Peluang Besar di Bisnis Logistik Energi

0
902
Logo PT Adaro Energy, Tbk

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) melihat ada potensi besar pada bisnis pengangkutan logistik energi. Pasalnya, kebutuhan energi di Indonesia semakin besar. Selain itu, bisnis tersebut juga untuk mendukung bisnis inti perusahaan sebagai perusahaan energi.

Direktur Utama ADRO Garibaldi Thohir menyatakan, ke depan, bisnis logistik ADRO bukan hanya untuk mengangkut batubara. Namun, juga untuk kebutuhan energi lain seperti gas, LNG, dan sejenisnya. Dia melihat kebutuhan ini masih cukup besar misalnya di Indonesia timur. Dengan demikian, Adaro nanti bisa mengirimkan pengangkutan energi ke daerah terpencil.

“Kami punya pengalaman di batubara, dan kami melihat potensi energi lain cukup besar,” kata Boy Thohir di Jakarta, Senin (23/4).

Dikesempatan yang sama ADRO memiliki anak usaha yang khusus untuk menjalankan bisnis logistik, yaitu PT Adaro Logistics. Perusahaan ini beroperasi di Terminal Khusus Batubara Kelanis di Sungai Barito, pelabuhan lepas pantai Taboneo di Laut Jawa, Kalimantan Selatan, dan pelabuhan PT Indonesia Bulk Terminal di Pulau Laut Selatan.

Anak usaha yang memperkuat Adaro Logistics antara lain PT Indonesia Bulk Terminal (IBT), PT Sarana Daya Mandiri (SDM), PT Indonesia Multi Purporse Terminal, PT Puradika Bongkar Muat, PT Maritim Barito Perkasa dan PT Harapan Bahtera Internusa.

Sebagai contoh, terminal batubara IBT memiliki kapasitas tahunan sebesar 12 juta ton dan mampu memuat kapal hingga 80.000 DWT. Selain itu, juga memiliki stockpile berkapasitas 800.000 MT dan memiliki fasilitas pencampuran batubara. IBT memiliki fasilitas penyimpanan hingga mencapai 70.000 kiloliter dan dua dermaga berkapasitas pemuatan 1,4 juta kiloliter per tahun.

Selain itu, Adaro jg sedang mengembangkan bisnis cooking coal banyak dibutuhkan untuk industri baja. Indonesia akan bertransformasi menjadi negara industrialis dan banyak membutuhkan pabrik baja. Sementara pabrik baja akan banyak membutuhkan batubara berjenis coking coal.

Seiring dengan potensi peningkatan permintaan tersebut, di dalam negeri terdapat pabrik baja berskala nasional yaitu PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) yang masih banyak mengandalkan batubara coking coal impor.

“Ini potensinya, kenapa enggak kami saja yang pasok batubara dari Kalimantan Tengah,” ujar Boy. Dengan adanya potensi peningkatan permintaan batubara coking coal, ADRO juga mencari sumber tambang baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here