Menperin Sebut Tata Steel Ltd akan Investasi Rp632 M di Industri Baja Nasional

0
293

Jakarta, presidentpost.id – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Tata Steel Ltd berminat investasi di industri hilir kawat baja atau wire rod. “Mereka sedang survei lokasi dan cek regulasi,” kata Airlangga Rabu (25/4). Produsen baja asal India Tata Steel Ltd berencana menanamkan modalnya di Indonesia.

Masuknya investor baru itu diyakini akan membuat industri baja nasional mengalami penguatan struktur manufaktur.

Langkah ini diyakini bakal mampu menjadi bagian dari rantai pasok global serta memberikan efek ganda bagi perekonomian Indonesia melalui peningkatan terhadap nilai tambah dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan negara dari ekspor.

“Untuk itu, kami menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada para pelaku industri yang ingin ekspansi dan investasi baru di Tanah Air. Apalagi pemerintah terus bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif serta memberi kemudahan perizinan dan insentif,” ucapnya.

Menurut Airlangga, dana yang bakal digelontorkan perusahaan tersebut sebesar 60 juta Singapura atau sekitar Rp632 miliar. Kata dia, Tata Steel adalah salah satu pemain besar di berbagai industri, baik otomotif, baja dan lainnya. “Mereka melihat potensi investasi di Indonesia,” tuturnya.

Plt. Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan beberapa lokasi kawasan industri di dalam negeri yang tengah dijajaki Tata Steel untuk berinvestasi, di antaranya di Banten dan Jawa Timur.

“Mereka akan melakukan kajian dalam waktu satu bulan ini untuk mempelajari kemungkinan investasi,” kata I Gusti Putu Suryawirawan.

Sementara itu, Vice President of Corporate Services Tata Steel Ltd. Sunil Bhaskaran mengaku memang mempertimbangkan opsi investasi karena Indonesia merupakan negara dengan ekonomi yang sedang tumbuh dan banyak pembangunan di sektor infrastruktur.

“Jadi, kami merasa Indonesia merupakan pasar potensial sangat besar di ASEAN dan kami ingin melihat bagaimana bisa memiliki representasi di sini,” ujarnya.

Kedatangan Sunil beserta jajarannya ke Kantor Kementerian Perindustrian beberapa hari lalu sebagai representasi Siam Industrial Wires, perusahaan baja yang berlokasi di Thailand sebagai bagian dari Tata Group.

Berdasarkan situs resminya, Tata Group terdiri dari 29 perusahaan yang terdaftar secara publik, termasuk Tata Steel, Tata Motors, Tata Power, Tata Chemicals, dan lainnya dengan nilai saham sekitar USD103,51 triliun pada tahun 2016-2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here