Kemenperin Pacu Peningkatan Kompetensi SDM Industri

0
193
okeinfo.net

JAKARTA, presidentpost.id – Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) industri agar dapat mengikuti perkembangan teknologi terkini terutama di era Industri 4.0. Pasalnya, keterampilan para pekerja tersebut mampu memacu daya saing manufaktur nasional di kancah global.

“Setelah 3,5 tahun pemerintah gencar melakukan pembangunan infrastruktur, sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, tahun ini saatnya fokus pada peningkatan kompetensi SDM. Dengan kualitas SDM yang baik, mereka bisa berkompetisi di tengah era persaingan bebas saat ini,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (1/5).

Menperin menyampaikan, seiring dengan beberapa proyek investasi industri yang sedang berjalan di dalam negeri, semestinya dapat dikelola dan dioperasikan oleh para tenaga kerja lokal. “Untuk itu, kami menggelar berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi guna menciptakan SDM yang kompeten dan profesional sesuai kebutuhan industri dalam mendukung kemandirian ekonomi nasional,” tuturnya.

Kemenperin telah meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di beberapa wilayah Indonesia, meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatera Utara, serta DKI Jakarta dan Banten. “Hingga lima tahap, total industri yang terlibat mencapai 558 perusahaan dengan menggandeng 1.537 SMK,” ungkap Airlangga.

Kemenperin menargetkan program pendidikan vokasi tersebut dapat diikuti sebanyak 1.775 SMK dan 355 industri pada tahun 2019. “Untuk jumlah industrinya, telah melampaui target. Kami mengapresiasi atas antusias dari sektor industri. Pekan depan, kami menjadwalkan peluncuran di Palembang untuk wilayah Sumatera bagian selatan,” imbuhnya.

Menperin optimistis, target satu juta SDM industri yang tersertifikasi kompetensi sampai tahun 2019 akan tercapai, dengan kontribusi sebanyak 845.000 siswa dari program link and match serta 162.000 lulusan Diklat 3in1 (pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja).

Selanjutnya, Kemenperin menyelenggarakan pelatihan teknis guru produktif, magang guru di industri, serta fasilitasi penyediaan silver expert. “SDM terampil juga dipasok melalui unit pendidikan vokasi milik Kemenperin, di mana saat ini terdapat sembilan SMK, sembilan politeknik, satu akademi komunitas, dan satu program Diploma I industri,” paparnya.

Menperin menjelaskan, pengembangan SDM merupakan strategi persiapan guna menangkap peluang bonus demografi yang akan dialami Indonesia pada tahun 2020-2030. Tumbuhnya jumlah angkatan kerja yang produktif ini dapat memacu kinerja ekonomi nasional. “Untuk menyambut bonus demografi ini, pemerintah telah menyiapkan peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai strategi dan arah yang jelas dalam menghadapi era digital atau Industri 4.0,” jelasnya. (Heros/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here