Wapres Minta PM Cina Tingkatkan Impor Kelapa Sawit

0
225
Doso Agung saat mendampingi Wakil Presiden H Jusuf Kalla di kantor Pelindo IV Makassar, Jl Nusantara, Wajo, Jumat (26/1)

JAKARTA, presidentpost.id – Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri jamuan santap malam Indonesia-China Business Summit bersama Perdana Menteri Cina Li Keqiang di Hotel Shangri-la Jakarta, Senin, 7 Mei 2018.

Dalam sambutannya, JK mengungkapkan bahwa kemitraan strategis komprehensif Indonesia-Cina akan terus meningkat karena memiliki banyak kemajuan dan capaian yang telah diraih. “Saya senang perdagangan bilateral terus meningkat dan mencapai US$ 58,8 miliar tahun 2017,” kata Kalla.

Meski banyak kemajuan dan capaian yang diraih, JK mengatakan bahwa defisit perdagangan Indonesia terhadap Cina pada 2017 masih mencapai lebih dari US$ 12,72 miliar. Karena itu, untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan dan mengurangi defisit perdagangan, JK meminta ada peningkatan impor Cina atas produk unggulan Indonesia seperti kelapa sawit, biodiesel, kopi dan buah tropis.

Kalla berharap investasi Cina dapat memenuhi lima elemen, yaitu pengutamaan tenaga kerja lokal, pemeliharaan lingkungan, nilai tambah bagi industri hilir dan hulu, serta alih teknologi dan produk berkualitas tinggi.

Di pertemuan singkat itu, JK juga mencatat kunjungan wisatawan Cina menduduki peringkat pertama sebanyak 2 juta orang di tahun 2017. “Saya dorong peningkatan wisatawan RRT ke Indonesia dengan target 3 juta tahun 2018, 4 juta 2019 dan 5 juta pada 2020. Saya mengundang wisatawan Tiongkok untuk kunjungi daerah wisata 10 Bali baru,” ujarnya.

Perdana Menteri Cina Li Keqiang mengatakan negaranya akan menambah volume impor minyak kelapa sawit dari Indonesia sebanyak 500 ribu ton. Selain itu, Cina meminta Indonesia meningkatkan ekspor buah-buahan tropis dan hasil pertanian.

Dalam pertemuan bilateral bersama tersebut, Li meminta pemerintah meningkatkan impor jeruk mandarin dari Cina masuk ke Indonesia.

Menurut Li, Indonesia membatasi pengusaha untuk impor buah-buahan dari Cina. Salah satunya jeruk mandarin.

“Kami menyampaikan di Indonesia ada pembatasan untuk impor buah-buahan dari Tiongkok mengenai jeruk mandarin, yang pernah dibatasi masuknya dari Indonesia. Saya berharap dari Indonesia bisa ditingkatkan impor jeruk mandarin,” kata Li, Senin (7/5)

Dalam acara yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia dengan China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT), Jusuf Kalla didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, Ketua Kadin Roslan Roeslani, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi. (Heros/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here