Presiden Jokowi Akan Resmikan Program PSR di Rokan Hilir

0
700

JAKARTA, presidentpost.id – Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk di Provinsi Riau, akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (9/5) besok di KUD Subur Makmur, Kepenghuluan Pelita, Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir.

Terdapat sekitar 328 hektare lahan sawit di Rokan Hilir yang akan diremajakan dalam program ini, dan akan ditanam secara serentak, bersama sekitar 131 petani sawit di daerah tersebut.

Kepastian kesiapan tersebut, disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Pelaksana Peremajaan Sawit Rakyat BPDP-KS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit), Benny Septialdi, saat konfrensi pers di Pekanbaru, Senin (7/5).

“Launching PSR dan penanaman serentak ini, akan langsung di lakukan oleh Bapak Presiden, di tengah perkebunan sawit rakyat di Rokan Hilir,” ujar Benny.

Turut mendampinginya, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Ir. H. Ferry HC, Kabid Perkebunan, Vera Wirgianti, Tim Khusus Peremajaan Sawit Riau, Dedih Hermawan, dan pihak perbankan.

328 hektare lahan sawit rakyat di Rokan Hilir ini, adalah program peremajaan tahun 2017 lalu, dari total peremajaan di Riau seluas sekitar 3.591 hektare.

Dari luasan 3.591 hektare tersebut, sudah terserap dana hibah dari BPDP-KS sekitar Rp 74,8 miliar.

Sementara untuk tahun 2018 ini, PSR kembali dilanjutkan dan Riau menargetkan sekitar 25.423 hektare.

“Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat, misal dari 5 ton perhaktare, nanti diharapkan bisa meningkat menjadi 10 ton setiap hektarenya,” kata Benny.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Ir. H. Ferry HC menambahkan, untuk tahun 2018 ini, dari target 25.423 hektare yang dibebankan, sudah diajukan mencapai 12 ribuan hektare yang siap replating.

“Dari jumlah 12 ribuan hektare tersebut, yang sudah mendapat rekomtek (rekomendasi teknis) dari timsus pusat, sekitar 600 hektare. Jumlah ini akan terus bertambah dan kita optimis akan sampai luasan sesuai target,” ujarnya.

 

Syarat pengajuan lahan yang ingin di replating relatif mudah, di antaranya kebun adalah milik swadaya, yang diajukan secara kelompok, minimal sekitar 50 hektare, sudah tidak produktif dan bibitnya saat menanam dulu kurang bagus atau palsu. (Heros/TPP)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here