Kolaborasi Pengusaha dan Pemerintah Menghantarkan Iklim Usaha Positif

0
324

JAKARTA, presidentpost.id – Demokrasi sejatinya seperti Kapal untuk membawa suatu bangsa ataupun daerah menuju kesejahteraan sosial dan ekonomi. Kemampuan akan menahkodai Kapal demokrasi, tentunya tak lepas dari beberapa syarat yang harus dimiliki sang pemimpin. Tentu, bukan hal yang bisa ditawar-tawar jika menyangkut kemampuan, karena pada dasarnya akan berimbas kepada sebuah pertumbuhan usaha yang ujung-ujungnya menyangkut kesejahteraan masyarakatnya melalui pertumbuhan ekonomi yang sehat.

Jawa Barat di tahun 2018 ini kembali menghadapi ajang Demokrasi dalam memilih Nakhoda untuk membawa Kapal Pemerintah Daerah Jawa Barat, agar menjadi Daerah yang tumbuh demi memberikan kesejahteraan masyarakatnya. Pertumbuhan perekonomian tentu akan sangat membutuhkan iklim usaha yang sehat.

Para pelaku usaha tentunya amat berharap usaha yang dilakukannya dapat bertumbuh dengan baik. Faktor pemimpin inilah yang akan menjadi kunci, bagaimana usaha yang tumbuh akan sangat bergantung terhadap kebijakan yang dibuat oleh para pemimpinnya. Jawa Barat menjadi salah satu daerah di pulau Jawa, yang menjadi kunci pengembangan ekonomi di Indonesia dalam industri manufaktur.

“Pemilihan ini sangat penting untuk kemajuan Jawa Barat, untuk itu kepada para pengusaha saya ingin menghimbau untuk betul-betul memilih yang benar. Jika kita salah memilih pemimpin dampaknya bisa menjadi tidak menguntungkan. Karena kita ingin efisien dalam berusaha. Dalam hubungan kerja antara pihak pengusaha, Pemda dan pekerja, sudah seharusnya saling memberikan keuntungan satu sama lain.

Jika ada permasalahan antara pengusaha dan pekerja, pemerintah harus bisa menengahi. Setiap pengusaha ingin insentif karyawan terus tumbuh, karena dari insentif naik, daya beli akan naik. Kalau daya beli naik, perusahaan akan maju.”

“Saya menilai semua para kandidat calon Gubernur Jawa Barat mencintai Jawa Barat dan masyarakatnya dan dalam hal ini kepada para Pengusaha jangan khawatir komitmen mereka pada pembangunan Jawa Barat. Pemimpin yang baik itu pertama sangat mencintai rakyatnya, kedua sangat inovatif dan ketiga sangat decisive (cepat mengambil keputusan, tegas serta jujur). Tentu ditambah lagi smart atau pintar. Pintar itu artinya memiliki pengalaman yang luas dan memiliki pengalaman yang banyak dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Karakter baik, sangat mencintai rakyat, ditambah inovatif, menjadi syarat untuk pemimpin khususnya di wilayah Jawa Barat.”

Jawa Barat memiliki 27 kabupaten/kota. Beberapa komponen penting yang harus dihitung adalah biaya saksi, koordinator saksi, saksi kecamatan, keperluan kampanye calon dan biaya tim sukses kabupaten/kota.

Jumlah TPS di Jawa Barat dalam catatan KPU berjumlah 76.064 TPS. Jika satu TPS berjumlah 2 saksi dengan kelayakan honor Rp 200 ribu per orang, maka perhitungannya 76.064 x 2 x 200.000 hasilnya adalah 30.425.600.000 rupiah. Perlu diketahui bahwa saksi di TPS dikoordinasi oleh koordinator saksi yang jumlahnya 10 persen dari jumlah TPS dengan kelayakan honor sejumlah 300.000 rupiah. Dengan demikian, perhitungannya 76.064 x 0,1 x 300.000 hasilnya Rp. 2.281.920.000. Selanjutnya adalah kebutuhan untuk 2 saksi PPK yang ada di 626 Kecamatan dengan kelayakan honor sebesar Rp. 400.000. Maka, perhitungannya 626 x 2 x 400.000 hasilnya Rp. 500.800.000.

Tidak cukup sampai pada biaya saksi, namun yang lebih besar adalah biaya stimulan untuk mendorong kinerja tim sukses. Dengan asumsi bahwa angka yang dibutuhkan adalah 2 miliar per kabupaten/kota, maka setidaknya calon kepala daerah harus mengeluarkan uang sejumlah 54 miliar rupiah.

“Marilah kita para pengusaha bersama-sama memberikan support karena mereka membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kita ingin demokrasi berjalan dengan baik, untuk itu kita ikut mendukung demokasi ini melalui kapasitas kita sebagai pengusaha, lewat sumbangan dana kampanye yang sudah ditentukan baik bagi individu, perusahaan dan lain sebagainya. Jababeka, dalam hal ini juga akan turut berpartisipasi dalam mensukseskan ajang demokrasi di wilayah Jawa Barat ini dengan menghimbau para pengusaha di Jababeka untuk ikut berpartisipasi.” (S.D. Darmono)

Baca juga Dialog Industri 2018 oleh President University yang diikuti 4 paslon:
Menggali Visi Bisnis Para Calon Pemimpin Jawa Barat

Baca juga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat:

Pasangan Calon nomor 1
Pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum

Pasangan Calon nomor 2
Tb Hasanuddin dan Anton Charliyan

Pasangan Calon nomor 3
Sudrajat dan Ahmad Syaikhu

Pasangan Calon nomor 4
Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi

Kembali ke Halaman Utama Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here