Menperin ingin Ponpes Berperan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

0
200
Foto: kemenperin.go.id

PASURUAN, presidentpost.id – Pondok pesantren (ponpes) memiliki potensi dalam mendukung implementasi revolusi industri keempat di Tanah Air. Hal ini berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, di mana salah satu langkah prioritas nasional yang perlu dijalankan adalah memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Selama ini ponpes turut berperan mendorong pertumbuhan ekonomi, mengingat sudah banyak yang mendirikan koperasi, mengembangkan berbagai unit usaha baik skala kecil maupun menengah, bahkan ada yang memiliki inkubator bisnis,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja di Ponpes Bayt Al-Hikmah, Pasuruan (12/5/2018).

Menurut Menperin, pihaknya tengah gencar melaksanakan kegiatan penumbuhan wirausaha industri baru dan pengembangan unit industri di lingkungan pesantren, yang dinamakan program Santripreneur.

“Hampir 70 persen, pelaku usaha Indonesia berada di sektor UMKM. Ini merupakan modal yang cukup kuat dalam menghadapi revolusi industri 4.0,” ungkapnya.

Airlangga menambahkan, ponpes berpotensi besar menciptakan wirausaha baru dan menumbuhkan sektor industri kecil dan menengah (IKM).

“Ini tentu anugerah dari Allah SWT yang harus kita syukuri bersama. Potensi kita sangatlah besar dengan ditopang oleh banyaknya kampus dan pesantren di Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain di dunia,” imbuhnya.

Berdasarkan data Kementerian Agama, selama tahun 2014-2015, di Indonesia terdapat 28.961 ponpes yang tersebar di seluruh provinsi dengan jumlah santri lebih dari 4 juta orang. Dari total ponpes tersebut, sebayak 23.331 ponpes atau 80 persen di antaranya berada di 4 provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Banten.

Dengan perkembangan era digital saat ini, Menperin optimistis, para santri mampu menjadi agen perubahan yang strategis dalam membangun bangsa dan perekonomian Indonesia di masa mendatang.

“Untuk itu, santri kita harus bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, baik agama maupun wirausaha. Mereka yang mayoritas generasi milenial, juga perlu menguasai teknologi terkini,” tuturnya.

Guna lebih mendongkrak produktivitas dan daya saing industri saat ini, Airlangga menyampaikan, langkah-langkah strategis yang telah dijalankan Kemenperin di antaranya adalah memacu kompetensi sumber daya manusia (SDM) industri melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi. (Heros/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here