Presiden Jokowi Ingatkan Kewaspadaan Risiko Ketidakpastian Global

0
175
Presiden saat menjawab pertanyaan para awak media terkait kejadian terorisme yang mengguncang tanah air dalam beberapa hari terakhir.

JAKARTA, presidentpost.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa Indonesia harus tetap waspada terhadap ketidakpastian global. Sebab, dunia saat ini tengah menuju pada keseimbangan baru di sektor ekonomi.

Jokowi menyebut, saat ini seluruh dunia tengah menghadapi masalah ketidakpastian dan volatilitas keuangan. Hal tersebut dipicu oleh kebijakan ekonomi di Amerika Serikat (AS).

“Kita harus selalu waspada terhadap risiko terutama ketidakpastian global, ketidakpastian ekonomi global, volatilitas keuangan global yang dipicu kebijakan normalisasi moneter di AS,” ujar dia di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (15/5).

Normalisasi moneter di AS berdampak secara langsung terhadap depresiasi mata uang negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Meski demikian, menurut Jokowi, pelemahan yang dialami Rupiah jauh lebih baik dibandingkan mata uang negara lain.

“Telah banyak mengakibatkan depresiasi mata uang negara-negara di dunia tidak terkecuali di Indonesia. Tapi alhamdulillah dibandingkan negara-negara yang lain kita masih jauh lebih baik,” kata dia.

Namun demikian, Jokowi tetap meminta agar menteri dan kepala lembaga terkait untuk melakukan mitigasi dari gejolak yang terjadi di dunia.

“Faktor eksternal yang lain seperti harga minyak potensi barang dagang Amerika-Tiongkok serta kondisi geopolitik internasional juga terus harus Kita waspadai. Kita juga perlu menyiapkan mitigasi ketidakpastian global ini serta antisipasi pergerakan menuju keseimbangan baru-baru ekonomi global,” tandas dia.

Selain itu, Jokowi juga meminta momentum pertumbuhan ekonomi nasional kuartal pertama 2018 sebesar 5,06 persen terus lebih ditingkatkan lagi.

“Saya minta momentum pertumbuhan ekonomi nasional kuartal pertama 2018 sebesar 5,06 persen terus kita lebih tingkatkan lagi, menjaga daya beli, meningkatkan investasi dan meningkatkan daya saing ekspor kita,” tutur Jokowi.

Jokowi mengatakan, khusus untuk ekspor, juga diminta dihilangkan hambatannya, baik perizinan, perbankan, pembiayaan, termasuk pajak dan kepabean. “(Hambatan) segera kita hilangkan, bukan hanya di pemerintah pusat saja, tapi juga termasuk pemerintah daerah,” kata dia.

Dia juga meminta para pembantunya untuk tidak ragu merancang insentif-insentif yang tepat. “Men-designinsentif-insentif yang tepat segera lakukan sekarang, dan kita harapkan manfaatnya segera kelihatan,” ujarnya. (Heros/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here