Delapan Doktor Ilmu Komputer UBL Bertekad Menjadi Doktor Handal

0
236
Deni Mahdiana,SKom, MM, M.Kom di dampingin Pendiri Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Drs. Djaetun, HS, Rektor Universitas Budi Luhur Prof.Didik Sulistyanto, Ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro,MBA , Deputi Rektor Bidang Akademik Dr. Wendi Usino ,MM,MSc, Dekan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur Goenawan Brotosaputro, S.Kom, M.Sc, dan beberapa Pejabat, saat mengikuti Sidang Doktor di UGM, Jogjakarta.

JAKARTA, presidentpost.id – Delapan Dokter Ilmu Komputer Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta, bertekad menjadi Doktor handal di bidang kelimuannya masing-masing. Dari perjuangannya dalam mendapatkan derajat Doktor di Bidang Ilmu Komputer, UBL memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada delapan Doktor Ilmu Komputer Fakultas Teknologi Informasi (FTI) tersebut.

Dalam Ujian Terbuka di Universitas Gajah Mada (UGM) Deni Mahdiana,SKom, MM, M.Kom sebagai Wakil Dekan Bidang Riset, PPM dan Kemahasiswaan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur dengan Disertasi berjudul “Model Peramalan Jumlah Kasus dan PolaDistribusi Penyebaran Demam Berdarah Dengue“ di uji oleh tim penguji dari FMIPA UGM.

Acara Sidang Terbuka berlangsung  di Auditorium Fakultas MIPA Universitas Gajah Madapada Senin , 14 Mei 2018 lalu. Dihadiri oleh Pendiri Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Drs. Djaetun, HS, Rektor Universitas Budi Luhur Prof.Didik Sulistyanto, Ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro,MBA , Deputi Rektor Bidang Akademik Dr. Wendi Usino ,MM,MSc,  Dekan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur Goenawan Brotosaputro, S.Kom, M.Sc, dan beberapa Pejabat.

Dalam paparan disertasinya Deni Mahdiana, menjelaskan Demam Berdarah Dengue (DBD) atau disebut juga Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) banyak ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis. Data dari seluruh dunia menunjukkan Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita DBD setiap tahunnya.

“Terhitung sejak tahun 1968 hingga tahun 2009, World Health Organization (WHO) mencatat negara Indonesia  sebagai negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara.Rendahnya kemampuan dalam mengantisipasi kejadian DBD antara lain disebabkan karena waktu, tempat dan angka kejadian belum dapat prediksi dengan baik, belum tersedianya indeks dan peta kerentanan wilayah berdasarkan waktu kejadian, serta belum tersedianya model Peramalan kejadian penyakit DBD yang dapat diandalkan,” terangnya.

Penelitian ini bertujuan 1) Mengembangkan model peramalan jumlah kasus dan pola distribusi penyebaran penyakit DBD multivariat time series menggunakan kombinasi metode Vector Autoregressive dan Spatial Autocorrelation (VARSA) dengan menggunakan data suhu maksimal, suhu rata-rata, curah hujan, lama penyinaran matahari, Jumlah kasus DBD dan data tingkat kepadatan penduduk perkecamatan. 2) Memodifikasi metode peramalan pola distribusi penyebaran DBD spatial autocorrelation menggunakan metode Modified Moran’s I Spatial Autocorelation (MMSA) dengan memasukkan data tingkat kepadatan penduduk dalam matriks pembobotan spasial.

“Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah Membantu Dinas kesehatan dalam membuat perencanaan yang matang untuk pencegahan meningkatnya jumlah kasus dan pola distribusi penyebaran DBD dimasa yang akan datang. Perencanaan tersebut diperlukan agar tidak terjadi masalah seperti keterlambatan tindakan pencegahan, bertambahnya korban jiwa dan kurangnya ruangan serta petugas untuk penanganan Pasien DBD,” pungkasnya.

Sebelumnya Fakultas MIPA UGM sudah meluluskan 7 (tujuh) Doktor Ilmu Komputer dari Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur dalam Sidang Tertutup. Harapannya dengan Ilmu dan pengalaman akademik yang dimiliki para Doktor Ilmu Komputer Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur dapat memperkuat pengembangan kelembagaan pendidikan tinggi dan memberikan pengajaran yang berkualitas kepada para mahasiswa di Universitas Budi Luhur juga bermanfaat bagi masyarakat dan Negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here