Jababeka Optimis Capai Rp 2,25 Triliun Untuk Total Penjualan Tahun 2018

0
190

JAKARTA, presidentpost.id – PT Jababeka, Tbk., selaku pengelola Kawasan Industri Jababeka, optimis mampu mencapai angka penjualan hingga Rp 2,25 triliun di tahun 2018. Hal tersebut disampaikan PT Jababeka pada Public Expose di President Lounge Menara Batavia, Jakarta, Rabu (16/5).

Direktur Utama PT Jababeka Budianto Liman mengatakan, “Akses dan konektivitas yang sangat baik dengan 3 exit tol menuju Kota Jababeka dan infrastruktur transportasi utama yang sedang dibangun sepanjang Koridor Timur Jakarta ke Jababeka merupakan daya tarik bagi investor untuk berbisnis di Jababeka.”

Langkah kerjasama dalam bentuk joint venture dengan sejumlah pihak juga menjadi bekal optimisme Jababeka untuk dapat meningkatkan angka penjualan. Dua diantaranya adalah kerjasama dengan PT PP Property Tbk hasilkan apartemen Riverview Residence dan Creed Group asal Jepang dalam proyek Kawana Golf Residence.

Selain itu, Jababeka juga mengandalkan bisnis power plant dengan Bekasi Power serta bisnis logistik dan kepabeanan terpadu di Cikarang Dry Port.

Khusus mengenai logistik, Budianto juga menambahkan, “Kebetulan lokasi kita di Kendal berdekatan dengan rel kereta api dari Cikarang. Hal ini menjadi suatu daya tarik bagi pemain-pemain logistik. Baik untuk distribusi barang-barang mereka ataupun untuk investor yang berlokasi di Kendal sendiri.”

Sedangkan Direktur PT Jababeka Hyanto Wihadhi mengatakan, “Banyak industri-industri besar terutama industri otomotif dan elektronik yang masuk ke Indonesia. Jadi, sekarang ini yang kita kejar adalah industri turunannya. Jadi, market yang ada sekarang adalah industri yang support industri yang anchor tenantnya itu tadi.”

Corporate Secretary PT Jababeka Mulyadi Suganda mengemukakan bahwa secara umum target sales sebesar Rp 2,25 triliun nantinya akan berasal dari gabungan ketiga kawasan bisnis utama dari Jababeka yaitu Kawasan Industri Jababeka Cikarang, Kawasan Industri Kendal (KIK), dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.

Menurutnya, perseroan mengincar kontribusi marketing sales Rp 1,5 triliun dari bisnis di kawasan Cikarang. Kemudian, kawasan Kendal diprediksi dapat menyumbang marketing sales Rp 500 miliar, dan kawasan lainnya masing-masing akan menyumbang Rp 250 miliar.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan anggaran dana belanja sekitar Rp 500 miliar – 600 miliar.

“Sekitar Rp 400 miliar untuk kebutuhan pengembangan Kawasan Industri Cikarang dan Kendal, kemudian Rp 160 miliar khusus untuk Cikarang Dry Port,” ungkapnya.

Terkait angka realisasi belanja modal, Muljadi juga menyebutkan pihaknya telah menggunakan dana sekitar Rp 65 miliar di kuartal I 2018 yang dialokasikan untuk akuisisi lahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here