Maraknya Kendaraan Energi Baru Picu Lonjakan Permintaan Aluminium Alloy

0
236

SHANGHAI, presidentpost.id – Meningkatnya penggunaan bahan ringan untuk kendaraan energi baru (new energy vehicles) mendorong permintaan logam campuran aluminium (aluminium alloy) di Tiongkok dan seluruh dunia. Dalam pameran Auto China terakhir saja, berbagai merek terkemuka memamerkan 174 model kendaraan energi baru. Diprediksi pada 2020, jumlah kendaraan energi baru di Tiongkok akan mencapai 2 juta. Pertumbuhan pesat dalam produksi dan penjualan ini didukung oleh kebijakan pemerintah dan permintaan pasar yang tinggi.

Ajang Aluminium China 2018 di Shanghai, dari 11-13 Juli, merupakan wadah internasional utama untuk pengembangan berbagai bahan ringan dan solusi produksi baru. Secara khusus, acara ini akan menyoroti peran penting aluminium dalam masa depan industri otomotif energi baru.

Sebanyak 32 kebijakan energi baru terkait industri otomotif diluncurkan di Tiongkok pada 2017. Kebijakan potongan pajak bagi konsumen yang membeli kendaraan energi baru akan diperpanjang selama tiga tahun lagi. Selanjutnya, strategi ‘Made in China 2025‘ yang digagas pemerintah Tiongkok mendukung visi kendaraan energi baru, melalui komitmen untuk “mendukung pengembangan mobil listrik dan bahan bakar sel; mendorong teknologi emisi karbon rendah dan teknologi otomotif yang canggih.”

Desain yang ringan, bersama dengan teknik penggerak listrik dan teknologi canggih akan membentuk industri otomotif energi baru dalam sepuluh tahun ke depan. Statistik CPCA (China Passenger Car Association) menunjukkan, merek kendaraan energi baru teratas di Tiongkok, dalam hal penjualan meliputi BYD, ZD, BAIC New Energy, Chery New Energy, dan SAIC Rowe. Produsen bus juga mengikuti gelombang tren energi baru.

“Maraknya penggunaan aluminium untuk mobil energi baru mendorong tren desain yang ringan dan mempercepat pertumbuhan industri,” kata Chris ZangProject Manager, Aluminium China. “Didukung oleh riset pasar mendalam yang dirancang untuk memahami kebutuhan kendaraan energi baru, Aluminium China akan membantu perusahaan memasuki pasar baru yang menarik ini.”

Ajang tahun ini akan menampilkan berbagai acara pendamping seperti program ‘Get to Know Automotive Manufacturers‘, ‘Auto Buyers’ Exchange Day‘, dan ‘Thai Market Themed Conference‘. Bersamaan dengan Aluminium China, akan diselenggarakan pula ajang Lightweight Asia 2018, yang menyediakan bahan dan solusi yang lebih beragam untuk industri otomotif energi baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here