Meseum Kepresidenan Gelar Pameran Asian Games Era Soekarno & Jokowi

0
459

JAKARTA, presidentpost.id – Museum Kepresidenan RI Balai Kirti di kawasan Istana Kepresidenan Bogor membuka pameran temporer dengan tema “Dua Presiden RI Tuan Rumah Asian Games 1962-2018. Pembukaan dilakukan Ahad (20/5) bertepatan dengan perayaan Hari Kebangkitan Nasional.

“Ini salah satu rangkaian perayaan hari jadi Balai Kirti yang nanti jatuh pada tanggal 18 Oktober. Tapi pembukaan kita pilih tanggal 20 Mei karena bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional,” ujar Kepala Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Amurwati Dwi Lestari di lokasi, Ahad (20/5).

Pameran temporer Asian Games 2018 ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi museum untuk menyambut kemeriahan Asian Games yang digelar Oktober nanti. Selain itu juga untuk memperingati empat tahun berdirinya museum.

Dalam pameran ini ditampilkan bagaimana proses perubahan yang dialami oleh Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dari pertama dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Dan perubahan usai direvitalisasi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) guna menyambut perhelatan olahraga internasional nanti.

“Tema dua presiden ini sengaja diambil mengingat pada tahun 2018 ini Indonesia kembali mendapat kehormatan menjadi tuan rumah acara olahraga internasional. Sementara yang pertama terjadi di tahun 1962 pada masa Presiden Soekarno,” lanjutnya.

Jarak 56 tahun membawa perubahan dan perkembangan bagi bangunan GBK. Dalam pameran ditampilkan juga bagaimana Jokowi mengemas Asian Games 2018 dengan sentuhan-sentuhan warisan budaya sebagai bentuk karakter bangsa.

Pemikiran dua Presiden ini juga dijadikan sebagai objek pameran temporer Asian Games 2018. Ditampilkan foto-foto, patung, maket, video, hingga buku yang mengulas mengenai GBK lebih dalam.

Dalam pembukaan acara juga diadakan bedah buku The Presidents of The Republic of Indonesia 1945-2014. Buku tersebut berisi perjalanan, sejarah, pemikiran, dan prestasi keenam presiden Indonesia dari masa Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Harapannya dengan pameran ini mampu mendorong masyarakat untuk antusias mencintai sejarah melalui belajar langsung dan melihat objeknya. Masyarakat juga diajak untuk menganalisis sendiri momentum sejarah melalui peninggalan yang ada.

“Pameran dibuka dari 20 Mei dan berakhir 20 Agustus 2018. Karena Bogor juga jadi venue untuk pertandingan sepak bola, diharapkan pemain atau atlet juga bisa berkunjung sembari menunggu waktu bertanding,” lanjutnya.

Kurator dari pameran ini Yuke Ardianti menyebut peran dua Presiden dalam menyiapkan perhelatan Asian Games ini sangat penting. Bagaimana keduanya mengisi kisi-kisi kegiatan kenegaraan yang berlangsung dan menyiapkan perhelatan yang membanggakan bagi masyarakat Indonesia.

“Barangkali di tempat lain menggelar informaai tentang Asian Games 2018, tapi di ruangan ini lebih unik. Gagasan arsitektural dari dua presiden dalam rangka menyiapkan Asian Games baik 1962 maupun 2018 kita perlihatkan di sini,” ujar Yuke. (Heros/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here