Zakat Rp50 Juta Dibayarkan Presiden Jokowi

0
198
Presiden RI Joko Widodo didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat membayarkan zakat mall melalui Bazis di istana negara, Jakarta.

JAKARTA, presidentpost.id – Di tahun 2018 bertepatan dengan menyambut Hari Raya Iedul Fitri, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, membayarkan zakat malnya sebesar Rp50 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (Bazanas).

Didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri serta pejabat tinggi, Jokowi berzakat melalui Baznas yang membuka 30 konter di Istana Negara, Jakarta.

Angka sebesar RP500 juta merupakan angka yang sama, yang dibayarkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang peruntukkannya pun untuk membayar zakat mal melalui Bazis.

Sebelum acara penyerahan zakat tersebut, Presiden mengatakan bahwa sebagai umat muslim memberikan zakat adalah upaya menjalankan sebuah keindahan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin (rahmat bagi lingkungan).

“Melalui zakat kita berbagi dengan para mustahik, penerima zakat, berbagi rezeki, berbagi rasa persaudaraan, berbagi ibadah, berbagi bahagia terlebih di bulan suci Ramadhan ini,” ujar presiden, dikutip dari Antara news.com, (24/5/18).

Presiden berharap, zakat yang dikeluarkannya bisa menyempurnakan ibadah puasa, ketaatan, dan ketakwaannya kepada Allah SWT.

“Semoga zakat yang kita keluarkan menyempurnakan ibadah puasa, dan menyempurnakan ketaatan kita, ketakwaan kita kepada Allah SWT,” katanya.

Ia mengajak para muzaki (pemberi zakat) untuk menyalurkan zakat melalui Baznas supaya lebih aman, teratur, dan tepat penyaluran.

Sekitar 300 pejabat tinggi kementerian/lembaga dan direksi BUMN menghadiri acara ini.

Baznas menyiapkan 30 konter di lingkungan Istana Kepresidenan untuk melayani pembayaran zakat bekerja sama dengan BRI Syariah yang bisa dilakukan secara tunai dan nontunai.

Ketua Baznas Bambang Sudibyo mengatakan zakat makin berperan dan bersinergi dengan program-program pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintah.

“Penelitian Pusat Kajian Strategis Baznas pada 2017 menunjukkan bahwa distribusi dan pendayagunaan zakat berhasil meningkatkan pendapatan mustahik fakir miskin sebanyak 27 persen per tahun,” kata Bambang.

Tahun lalu perhimpunan ZIS nasional mencapai Rp6,24 triliun dan tahun ini ditargetkan mencapai Rp8 triliun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here