Persiapan IMF WB di Bali, Mencapai 77 Persen

0
248
Menteri Koordinator Bidangnya Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, saat memimpin rapat persiapan Annual Meeting Internasional Monetary Find World Bank (IMF WB), yang rencananya akan digelar di Bali pada Oktober mendatang.

JAKARTA, presidentpost.id – Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam gelaran tingkat dunia Annual Meeting Internasional Monetary Find World Bank (IMF WB) di Bali. Dalam Rapat Koordinasi Panitia Nasional Penyelenggaraan, Menteri Koordinator Bidangnya Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, mengungkapkan pencapaian progress berkisar 77 persen sudah berjalan. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada hambatan yang begitu berarti, semua bidang-bidang terkait berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan.

Meeting Team Secretariat (MTS) IMF WB melakukan pemeriksaan terkait dengan pelaksanaan IMF WB 2018 yang akan berlangsung di Bali pada tanggal 8-14 Oktober 2018 pada kurun bulan Juli hingga Agustus. Persiapan yang sudah didiskusikan seperti keamanan, visa, beacukai, kesehatan, digital ekonomi, sampai dengan perihal pariwisata.

“Ada dua perihal diadakannya IMF-WB, yang pertama harapannya dapat melahirkan out put yang strategis mengenai perekonomian dunia yang akan menguntungkan bagi Indonesia, dan yang kedua Indonesia akan menghemat anggaran agar tidak terlalu wah. Justru kami akan membuat out put yang lebih wah,” ujar Menko Luhut, di Kementerian Keuangan.

Menko Luhut juga menerangkan mengenai masalah keamanan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Polri, terutama dengan pihak Kapolda Bali selaku tuan rumah.

Suasana saat Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, memimpin rapat persiapan Annual Meeting Internasional Monetary Find World Bank (IMF WB) di Kementerian Keuangan. (Foto Humas Kemenko Kemaritiman)

“Saya sudah bicara dengan Kapolda Bali untuk dapat menguasai keamanan. Dengan adanya undang-undang anti terorisme sudah bagus, dan menurut saya polisi sudah paten. Sehingga kita dapat melakukan tindakan lebih awal. Saya kira ini sudah sangat baik,” katanya.

Mengenai transportasi Menko Luhut menyatakan seluruh penerbangan tidak ada masalah. Dikarenakan, Garuda Indonesia sudah berkomitmen untuk menambah kapasitas kursi dan juga jadwal penerbangan.

“Garuda sudah menambah jadwal penerbangan, memang kemarin ada sedikit komunikasi yang kurang bagus, namun kita semua sudah sepakat untuk kepentingan nasional,” terangnya.

Dalam hal ini Menko Luhut juga menjelaskan tentang persiapan ASEAN Leader Gathering yang masih sesuai dengan jadwal pelaksanaan. ASEAN Leader Gathering diatur oleh Menteri Luar Negeri, dan beberapa Negara sudah mengkonfirmasikan akan hadir pada acara tersebut.

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan dalam forum IMF WB ini akan dibahas mengenai isu-isu terkait pembangunan global. Kemudian meningkatkan investasi di Negara-negara anggota, pengelolaan urbanisasi, kemajuan teknologi untuk pembangunan, pembiayaan asuransi dan lainnya.

“Pertemuan ini nantinya akan membahas tentang tantangan perekonomian global agar tetap kondusif. Oleh karna IMF WB dihadapkan pada situasi ekonomi global yang mengalami perubahan yang cukup besar,” tambahnya.

Kemudian Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan event ini dapat bermanfaat untuk Indonesia dan juga dunia. Untuk hal yang terkait dengan isu-isu IMF-WB diharapkan Indonesia dapat mengatur isu moneter, sehingga bisa mengawal transisi perekonomian dunia.

“Yang kita usung dalam IMF-WB, Indonesia dapat menunjukan suatu peran yang signifikan bagi perekonomian utamanya perekonomian global,” tambahnya.

Rapat Koordinasi kali ini dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Kepala BKPM Thomas Lembong, Pemda Bali dan perwakilan K/L terkait lainnya. Sebagai tindak lanjut akan dilakukan Rapat Koordinasi lanjutan, direncanakan berlangsung pada bulan Juli 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here