KT Ajukan Proyek ‘Smart Boracay’ kepada Pemerintah Filipina

0
242
KT Chairman Hwang Chang-Gyu (center) poses with visiting Philippine government officials after a meeting at the KT Gwanghwamun Building East, on June 5. They are, from second from left, Jonas R. Leones, undersecretary of the Department of Environment and International Environmental Affairs; Gregorio Honasan, secretary-designate of the Department of Information and Communications Technology; Chairman Hwang; and Eliseo Mijares Rio, Jr., acting secretary of the Department of ICT/ Foto: Dok. KT Corp

SEOUL, presidentpost.id – KT Corp. (KRX: 030200; NYSE: KT) hari ini mengajukan rencana proyek “Smart Boracay” kepada pemerintah Filipina. Proyek tersebut hendak menjadikan tujuan wisata yang terkenal di dunia itu lebih aman dan lebih terhubung melalui solusi TIK milik KT yang canggih, Jumat (8/6).

Perusahaan telekomunikasi terbesar Korea tersebut mengajukan penawaran melalui pertemuan antara Hwang Chang-GyuChairman, dan para pegawai senior dengan pejabat pemerintah Filipina. Dalam diskusi yang berlangsung pada 5 Juni tersebut, mereka membahas berbagai cara mempercanggih teknologi TIK Filipina.

“Kami aktif menjalin kerjasama internasional dengan memanfaatkan teknologi inovatif di bidang smart energy, penanggulangan bencana serta keamanan, juga jaringan telekomunikasi,” kata Hwang. “Melalui prakarsa ‘Smart Boracay’, kami berpeluang memberi manfaat bagi jutaan turis dari seluruh dunia melalui keahlian dan teknologi yang canggih.”

Eliseo Mijares Rio, Jr.Acting Secretary, Departemen Teknologi Informasi dan Komunikasi; Gregorio Honasan, Secretary-Designate, Departemen TIK; dan Jonas R. LeonesUndersecretary, Departemen Lingkungan Hidup dan Urusan Lingkungan Internasional, menghadiri pertemuan yang diadakan di KT Gwanghwamun Building East di pusat kota Seoul tersebut.

Boracay adalah tujuan liburan terpopuler di Filipina yang menarik sekitar dua juta pengunjung internasional setiap tahun. Pemerintah pusat menutup pulau itu bagi wisatawan selama enam bulan, dimulai pada April tahun ini, untuk membersihkan lingkungan dengan merobohkan bangunan ilegal, memperbaiki saluran pembuangan limbah, serta memperbarui fasilitas listrik dan komunikasi.

Hwang memperkenalkan solusi inovatif KT yang berbasis TIK di sektor smart energy dan keamanan kepada para pejabat Filipina. Penggunaan solusi inovatif tersebut diajukan sebagai bagian dari revitalisasi lingkungan. Dia menjelaskan, WiFi publik dan CCTV canggih bisa dipasang di pelabuhan Boracay untuk memfasilitasi penggunaan internet seluler yang lebih nyaman dan perjalanan yang lebih aman bagi pengunjung. Hwang juga menyarankan pemanfaatan energi surya dan KT-MEG, solusi smart energy.

Presiden Filipina Rodrigo R. Duterte mempromosikan pembangunan ekonomi melalui proyek infrastruktur publik skala besar yang akan menelan biaya US$170 miliar. Proyek ini dijadwalkan akan selesai pada 2022 ketika masa jabatannya selama enam tahun berakhir.

KT saat ini berkonsultasi dengan pejabat pemerintah Filipina dan sektor swasta terkait untuk berpartisipasi dalam upaya negara mengembangkan industri TIK. Diharapkan, upaya ini dimulai dari pemulihan lingkungan Pulau Boracay.

KT berharap proyek Boracay akan menjadi contoh untuk upaya serupa di negara lain. Tahun lalu, perusahaan menerapkan solusi “Giga LTE” di Thailand bekerja sama dengan penyedia layanan seluler terbesar nasional. Pada Mei tahun ini, KT meluncurkan layanan WiFi publik gratis di taman nasional ibu kota Kamboja, Phnom Penh, meliputi total area seluas 120.000 meter persegi. (PRN/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here