IPC dan Pelindo 1 Bersinergi Kelola Pelabuhan Batu Ampar

0
113
Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya berjabat tangan dengan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), Bambang Eka Cahyana, seusai penandatanganan MoU Sinergi Pengelolaan Pelabuhan Batu Ampar.

JAKARTA, presidentpost.id – PT Pelabuhan Indonesia II Persero (IPC) dan Pelindo I melakukan sinergi kelola pelabuhan Batu Ampar di wilayah Batam. Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Penyiapan Kerjasama Operasi Pengelolaan Pelabuhan Batu Ampar dengan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero).

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), Bambang Eka Cahyana, menjelaskan MoU tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Menteri BUMN yang menugaskan Pelindo 1 untuk mengembangkan Batu Ampar dan sudah ada kesepakatan antara pelindo 1 dan BP Batam untuk mengembangkan batu ampar dalam implementasi kesepakatan itu.

“Implementasi ini, pelindo 1 menggandeng pelindo 2. Ini bagian dari tahapan mewujudkan BUMN kepelabuhan Incorporated. Target di awal kita berharap pelayanan petikemas di Batu Ampar bisa dilayani dengan bongkar muat peti kemas. Pelindo 2 berkewajiban menyiapkan peralatan yang akan digunakan di dermaga utara Batu Ampar,” ujarnya, di Jakarta.

Sementara itu, Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya, menjelaskan operasi pengelolaan Pelabuhan Batu Ampar beserta area pendukungnya di Batam, adalah kerjasama operasi antara Pelindo 1 dan Pelindo 2 satu. Di mana Pelindo 2 akan menempatkan alat-alat sebagai bagian dari pelayanan kepada pengguna jasa peti kemas. Ini akan kita lakukan dalam kurun waktu tertentu.

“Dalam jangka panjang kita akan melakukan join venture company antara anak perusahaan Pelindo 1 dan Pelindo 2, yang seterusnya mereka yang akan mengelola kerjasama Batu Ampar ini. Dengan cara kerajsama ini diharapkan batu ampar akan berkembang dan mempunyai sistem seperti yang lain dan ini merupakan bagian dari rencana membentuk pelabuhan Indonesia Incorporated,” terangnya.

Pernyataan Elvyn, diperkuat oleh Bambang. Dirinya menyatakan kerjasama tersebut merupakan tahap awal dalam kerjasama operasi. Di mana, kerjasama operasi ini didesain untuk jangka pendek dan menengah.

“Setelah operasional kita akan tingkatkan bentuknya menjadi anak perusahaan bersama Pelindo 1 dan 2. Sebetulnya batu ampar secara total kapasitasnya sampai dengan 1 juta. Sekarang ini yang melewati sudah mencapai 450 ribu tirus. Dalam waktu paling lama 3 tahun sudah 80 persen dari kapasitas,” katanya.

Elvyn, mengatakan kerjasama ini bukan hanya untuk Pelindo 1 dan Pelindo 2 saja, namun kolaborasi antara dua pengelola pelabuhan terbesar di Indonesia ini diharapkan dapat diterima oleh BP Batam sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan kepelabuhanan di Batam, khususnya Pelabuhan Batu Ampar, baik dari sisi pengelolaannya maupun untuk strategi bisnis kedepannya

“Alatnya kita akan cek lagi berapa yang dibutuhkan. Tetapi untuk alat Pelindo 2 yang akan menyiapkan,” tandas Elvyn.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here