Sampoerna Bangun Akses Air Bersih di Buleleng Sebagai Dukungan Nawacita

0
99
Ayudiati Retno selaku Manager Strategy and Planning PT HM Sampoerna, Tbk. (tengah) menerima penghargaan The Asia Responsible Enterprise (AREA) di Manila.

JAKARTA, presidentpost.id PT HM Sampoerna, Tbk. kembali menerima penghargaan bergengsi internasional The Asia Responsible Enterprise (AREA) Awards untuk program berbasis komunitas atas komitmennya melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan melalui ”Akses Air Bersih”. Program tersebut dijalankan di bawah payung ”Sampoerna Untuk Indonesia” bekerja sama dengan IDEP Foundation selama tahun 2015 – 2016, yang berfokus di Desa Gobleg, Banjar dan Desa Selat Sukasada, Buleleng, Bali. Rekognisi untuk Sampoerna ini diberikan dalam ajang The International CSR Summit di Filipina pada hari Jumat, 1 Juni 2018 lalu.

Head of Stakeholders Regional Relations and CSR PT HM Sampoerna Tbk Ervin Laurence Pakpahan, menyatakan Sampoerna selalu meyakini bahwa kesuksesan usaha tidak hanya diukur dari performa bisnis perusahaan, namun juga dari kemampuan untuk memberikan kontribusi positif dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.

”Melalui program ’Sampoerna Untuk Indonesia’ kami melaksanakan berbagai kegiatan untuk memajukan bangsa dan masyarakat Indonesia, serta memberikan inspirasi, motivasi, dan sarana bagi masyarakat agar dapat melakukan yang terbaik bagi dirinya sendiri dan bangsa Indonesia,” katanya.

“Kami selalu berkomitmen memberikan yang terbaik tidak hanya bagi konsumen tetapi juga masyarakat Indonesia secara luas. Maka dari itu, kami sangat bangga salah satu program ‘Sampoerna untuk Indonesia’ yaitu ‘Akses Air Bersih’ yang berhasil membantu warga sekitar Buleleng mendapatkan air bersih, diakui secara internasional,” lanjutnya.

Selain sektor wisata, perekonomian Bali banyak tergerak dari sektor pertanian, namun menurut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan masih ada sekitar 50% wilayah di Buleleng, Bali yang mengalami krisis air bersih terutama ketika masa kemarau. Kondisi ini sangat menantang mengingat 30% perekonomian Buleleng disokong sektor pertanian. Bahkan wilayah ini juga terkenal sebagai pemasok cengkih terbaik di Indonesia.

Kondisi ini pula yang melatarbelakangi program ”Akses Air Bersih” yang dilakukan oleh Sampoerna bersama IDEP Foundation, lembaga swadaya masyarakat yang berpusat di Bali dan berpengalaman dalam membangun kemandirian komunitas serta pelestarian lingkungan. Program selama 12 bulan ini dilakukan di Desa Gobleg, Banjar dan Desa Selat Sukasada, Buleleng, Bali dalam dua fase, pertama melalui pembangunan tempat pengelolaan air dan fasilitas sanitasi dan yang kedua adalah distribusi air bersih secara efektif melalui pembuatan pompa hidrolik.

Executive Director IDEP Foundation Ade Andreawan menjelaskan bahwa program ”Akses Air Bersih” memiliki manfaat yang besar untuk masyarakat. Program yang bertujuan memfasilitasi air untuk irigasi serta penyediaan sarana sanitasi ini telah bermanfaat kepada 13.000 orang, termasuk para petani cengkih.

”Kami mendapatkan data dari Badan Statistik Buleleng bahwa produktivitas petani cengkih di Desa Gobleg, Banjar meningkat dari 180 ton pada tahun 2015 menjadi 195 ton di tahun berikutnya. Begitu juga dengan petani cengkih di Desa Selat, produktivitas mereka meningkat dari 248 ton pada tahun 2015 menjadi 251 ton di tahun 2016,” Ade

“Program ‘Akses Air Bersih’ ini kami lakukan sesuai dengan salah satu filosofi perusahaan untuk memberi manfaat bagi masyarakat luas. Hal ini juga untuk mendukung pemerintah karena sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan Nawacita Presiden Joko Widodo. Semoga program ‘Akses Air Bersih’ dapat menjadi aset yang bermanfaat secara jangka panjang bagi warga di Desa Gobleg, Banjar dan Desa Selat Sukasada, Buleleng, Bali. Kami juga berharap dapat terus melakukan program lain yang berdampak positif bagi masyarakat luas,” tutup Ervin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here