Venus Medtech Rambah Pasar Amerika Utara

0
229

HANGZHOU, presidentpost.id – Pada 12 Juni 2018, St Paul ‘s Hospital di Vancouver, Kanada berhasil menyelesaikan dua tindakan implantasi VenusP-Valve, self-expanding pulmonary valve, di Amerika Utara. Laju internasionalisasi terus bergerak cepat.

Meski tindakan operasi untuk penyakit jantung bawaan telah meningkat drastis dalam dekade terakhir, pembedahan alur keluar ventrikel kanan (right ventricular outflow tract/RVOT) dapat menyebabkan regurgitasi kronis pada paru-paru, sehingga memerlukan baik pembedahan atau implantasi percutaneous pulmonary valve.

Implantasi percutaneous pulmonary valve telah mencuat sebagai alternatif yang berhasil dalam implantasi pembedahan katup jantung bagi pasien tersebut. Namun, katup jantung tipe balloon-expandable percutaneous hanya cocok diterapkan untuk alur keluar yang direkonstruksi dengan cylindrical surgical tubes. Pengobatan regurgitasi paru-paru dengan kondisi RVOT patch augmentation yang sebelumnya dilakukan, biasanya terkendala intervensi pembedahan. Hal ini utamanya disebabkan oleh terbatasnya ketersediaan ukuran katup jantung tipe balloon-expandable, secara relatif dalam kasus yang sering terjadi, yakni alur keluar yang melebar sangat parah.

Produk self-expanding VenusP-valve telah dikembangkan secara khusus untuk penggunaan percutaneous, dalam RVOTs yang asli, guna mengatasi tantangan alur keluar yang lebih besar serta dapat memenuhi kebutuhan lebih dari 85% pasien yang ingin menghindari sternotomy dan cardiopulmonary bypass selama operasi penggantian katup jantung yang biasa.

Tindakan operasi tersebut dilakukan untuk dua pasien yang sebelumnya menjalani pembedahan patch correction dalam kasus tetralogy of Fallot. Dr. Ronald G Carere dan Dr. Mounir Riahi (St Paul ‘s Hospital, Kanada) mencapai kesepakatan dengan Dr. Shakeel Qureshi (Evelina Children’s Hospital, Inggris Raya) dan Dr. Gejun Zhang (Fuwai Hospital, Tiongkok). Mereka berpendapat bahwa kedua pasien itu lebih berisiko jika menjalani reventriculotomy, dan produk transcatheter pulmonary valve yang ada saat ini, tidak cocok diterapkan dalam kasus tersebut. Tim pakar memilih VenusP-Valve sebagai alat yang lebih tepat untuk melayani kebutuhan yang sebelumnya tak dapat dipenuhi itu. Dr. Carere bilang: “VenusP-Valve tampil dengan bagus dan memiliki sistem operasi yang ringkas. Kami sangat gembira memiliki alat tersebut, dan menyambut baik agar alat itu banyak tersedia di Kanada.”

Selama beberapa tahun terakhir, sistem transcatheter artificial heart valve yang dikembangkan Venus Medtech telah menarik semakin banyak perhatian di dunia. Sejumlah pusat uji klinis VenusP-Valve berskala dunia telah menerima 200 pengajuan dari hampir 30 negara di dunia. Implantasi VenusP-Valve pertama kali dilakukan di Kanada, menandai masuknya alat tersebut secara resmi di pasar Amerika Utara, dan perusahaan diperkirakan secara resmi meluncurkan uji coba klinis FDA pada 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here