Jupiter Chain, Smart Consentable Data Exchange, Diluncurkan

0
316
photos.prnasia.com

SINGAPURA, presidentpost.id – Jupiter Chain, consentable data exchange yang terdesentralisasi dan menghadirkan aset data yang berharga dan dapat diperdagangkan, hari ini diluncurkan di dunia, Senin (25/6).

Digambarkan sebagai smart consentable data exchange, teknologi Jupiter Chain menjamin alur informasi digital yang memakai izin, sambil memastikan anonimitas dan keamanan data pribadi. Hal ini terwujud dengan menggunakan smart contracts, digunakan untuk menjaga kerahasiaan melalui pengembalian hasil kajian dan pengumpulan big data tanpa memaparkan data pribadi. Identitas data dapat diverifikasi dan disimpan dalam sistem yang aman. Akses data dapat diminta dan diizinkan secara langsung oleh pemilik data lewat rights management engine.

Ernie Teo, CTO Jupiter Chain, bilang: “Kami bangga karena bisa membangun sesuatu yang disebut federated blockchain. Artinya, sejumlah mitra lokal seperti lembaga keuangan, agensi, perusahaan analytics dan penyedia jasa lainnya masing-masing membuat node di keseluruhan ekosistem. Jupiter Chain menyediakan infrastruktur untuk menghubungkan ekosistem lokal dan akhirnya pertukaran data yang berskala di pasar bisa terwujud.”

Jupiter Chain menggabungkan kemajuan terbaru di bidang blockchain dan data analytics    demi menghasilkan platform pertukaran data yang dapat diakses setiap orang. Lebih lagi, masih banyak kasus penggunaan yang dapat dibuat dari teknologi tersebut. Karena para peserta dapat berbagi data di Jupiter Chain secara anonim, data transaksional dan hubungan bisa secara efisien direkam, dikaji dan digunakan.

Berbagai lembaga, baik besar dan kecil, dapat diuntungkan dengan membuat produk  wealth management dan investasi yang sangat sesuai dengan kebutuhan nasabah. Solusi    ‘tech for good’ terbaru dapat memakai psychometric dan data gaya hidup untuk menghadirkan berbagai produk dan layanan baru yang mempromosikan hidup yang lebih baik. Internet yang menyediakan rantai pasokan, sebelumnya tak terlihat, bisa juga dikaji dan dipelajari untuk pertama kali.

Untuk membuktikan dan menguji proposisi nilai Jupiter, ‘keuangan inklusif’ telah terpilih sebagai kasus penggunaan teknologi yang perdana. Akses keuangan masih dianggap kendala utama bagi penduduk berjumlah besar dan belum mendapat layanan keuangan, khususnya di negara-negara berkembang. Jupiter meyakini, perusahaan mampu mewujudkan perbedaan dan dampak penting di bidang tersebut, dengan menyediakan pertukaran data yang bisa diakses setiap orang.

Daphne Ng, CEO Jupiter Chain, berkata: “Misi kami dalam penyediaan layanan keuangan data yang terdesentralisasi dari Jupiter Chain adalah mendukung keuangan inklusif bagi masyarakat luas serta menyalurkan peluang yang setara bagi komunitas yang belum memperoleh layanan keuangan.

Kami meyakini blockchain memegang kunci kekuatan demokratisasi dan sumber daya dengan prinsip kepercayaan, keadilan dan akuntabilitas. Teknologi tersebut mampu mendatangkan kekuatan kepada masyarakat luas menyangkut data mereka sendiri.”

Karena Jupiter Chain merupakan jaringan global yang menghubungkan perekonomian lokal, platform itu juga dapat menjadi jembatan antara perekonomian lapis satu dan tiga di dunia, mengurangi kesenjangan serta mewujudkan dunia yang inklusif. Jupiter Chain diluncurkan telah diluncurkan di dunia. (PRN/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here