Batavia Prosperindo Trans Resmi Melantai di Bursa Saham

0
204

JAKARTA, presidentpost.id – PT Batavia Prosperindo Trans Tbk mencatatkan 400 juta saham baru di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode BPTR. Pada masa penawaran umum periode 2 – 4 Juli 2018, pemesanan saham perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) mencapai 2 kali dari total saham yang ditawarkan.

Adapun harga penawaran awal sebesar Rp 100 dari hasil Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Batavia, Paulus Handigdo mengatakan bahwa dengan pencatatan saham perdana ini perseroan mentargetkan dapat menghimpun dana IPO senilai Rp 40 miliar.

“Semua ini tentu tidak terlepas dari kepercayaan pemegang saham maupun customer setia kami,” kata Paulus di Gedung BEI, Jakarta, Senin (9/7).

Bersamaan dengan pencatatan sebesar 400 juta saham baru yang berasal dari portepel atau sebesar 25,81 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham, maka perseroan juga akan mencatatkan seluruh saham biasa atas nama pemegang saham.

Ini sebelum penawaran umum perdana saham sebesar 1,150 miliar saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham.

Dengan demikian, jumlah saham yang akan dicatatkan oleh perseroan di BEI sebesar 1,550 miliar saham atau sebesar 100 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setalah penawaran umum saham.

Seluruh dana yang diperoleh perseroan dari hasil penawaran umum perdana saham, setelah dikurangi biaya biaya emisi yang berhubungan dengan penawaran umum, akan dipergunakan perseroan untuk meningkatkan jumlah armada kendaraan bermotor.

Sebesar 50 persen akan digunakan untuk penyelesaian angsuran utang sewa pembiayaan untuk periode Agustus sampai dengan Desember 2018 atas pembelian armada kendaraan bermotor yang telah dilakukan dari pihak ketiga dan pihak afiliasi.

Kemudian 50 persen sisanya akan digunakan untuk pembayaran uang muka dan angsuran atas pembelian armada kendaraan motor baru.

“Kami perusahaan yang masih relatif muda, tapi perkembangan kami relatif cepat, dengan pertumbuhan flit mobil lebih dari double tiap tahunnya,” ujarnya.

Selain itu, dana tambahan tersebut juga akan digunakan untuk ekspansi bisnis ke daerah-daerah dan luar Jawa.

“Semua ini tentu tidak terlepas dari kepercayaan pemegang saham maupun customer setia kami,” kata Paulus di Gedung BEI, Jakarta, Senin (9/7).

Bersamaan dengan pencatatan sebesar 400 juta saham baru yang berasal dari portepel atau sebesar 25,81 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham, maka perseroan juga akan mencatatkan seluruh saham biasa atas nama pemegang saham.

Ini sebelum penawaran umum perdana saham sebesar 1,150 miliar saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham.

Dengan demikian, jumlah saham yang akan dicatatkan oleh perseroan di BEI sebesar 1,550 miliar saham atau sebesar 100 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setalah penawaran umum saham.

Seluruh dana yang diperoleh perseroan dari hasil penawaran umum perdana saham, setelah dikurangi biaya biaya emisi yang berhubungan dengan penawaran umum, akan dipergunakan perseroan untuk meningkatkan jumlah armada kendaraan bermotor.

Sebesar 50 persen akan digunakan untuk penyelesaian angsuran utang sewa pembiayaan untuk periode Agustus sampai dengan Desember 2018 atas pembelian armada kendaraan bermotor yang telah dilakukan dari pihak ketiga dan pihak afiliasi.

Kemudian 50 persen sisanya akan digunakan untuk pembayaran uang muka dan angsuran atas pembelian armada kendaraan motor baru.

“Kami perusahaan yang masih relatif muda, tapi perkembangan kami relatif cepat, dengan pertumbuhan flit mobil lebih dari double tiap tahunnya,” ujarnya.

Selain itu, dana tambahan tersebut juga akan digunakan untuk ekspansi bisnis ke daerah-daerah dan luar Jawa.

Perusahaan telah mendapat izin pernyataan efektif IPO dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 29 Juni 2018. Selain itu, perseroan juga telah menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Direktur Utama PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk Belinda Natalia menjelaskan, dana hasil IPO akan digunakan untuk menyelesaikan dua proyek high rise yakni Voza Premium Office dan The 100 Residence.

Secara rinci, dana IPO sebesar 53 persen dialokasikan untuk pengembangan proyek Voza Premium Office milik anak usaha tak langsung yakni PT Tanrise Indonesia, dan sebesar 47 persen dana dialokasikan untuk proyek The 100 Residence milik anak usaha PT Rodeco Indonesia,” ujar Belinda Natalia, di Gedung Bursa Efek Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here