Kemendikbud Gelar Hari Inovasi 2018 untuk Dukung Pendidikan 4.0

0
39

JAKARTA, presidentpost.id – Melalui (#) Innovation Generation Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Hari Inovasi dengan tema ‘Building Young Maker’.

Program tersebut mempunyai strategi yang tepat untuk menyiapkan para generasi muda menguasai keterampilan-keterampilan yang sesuai dengan era Revolusi Industri 4.0.

“Melalui program ini kita ingin memastikan bahwa hadirnya Industry 4.0 benar-benar akan mensejahterakan masyarakat, karena generasi mudanya mampu menggunakannya secara efektif untuk mewujudkan cita-cita Making Indonesia 4.0 yang baru saja dicanangkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo,” ujar Mendikbud, Muhadjir Effendy saat ditemui, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Menurutnya, acara ini mengacu pada program kerja dari Presiden Joko Widodo untuk fokus dalam meningkatkan pendidikan vokasi dan juga meningkatkan mutu pendidikan dasar lainnya.

“Indonesia sedang panen generasi Z dan Alfa yang jumlahnya besar sekali. Kita harus merubah mereka dari digital consumer menjadi innovative digital producers untuk memampukannya menjadi modal utama Indonesia berkemajuan ke depan,” kata Muhadjir.

Acara tersebut dapat terlaksana berkat kolaborasi antara Kemendikbud dan Intel Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Intel yang telah menginisiasi program ini. Inilah contoh amat baik dari Public Private  Partnership dalam dunia pendidikan,” kata Muhadjir.

Selain itu, Muhadjir mengatakan, pada 2019 anggaran kebudayaan akan memiliki slot sendiri yakni dengan diadakannya Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kebudayaan.

“Perlu saya sampaikan Insyaallah tahun depan anggara kebudayaan sudah tersendiri tidak melekat di dalam anggaran pendidikan, nanti tahun depan sudah diadakan Dana Alokasi Khusus (DAK),” ungkap Muhadjir Effendy, di Gedung A Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (3/7).

Untuk jumlah berapa besar anggaran kebudayaan yang nantinya akan dialokasikan Muhadjir mengatakan belum mengetahui angka pastinya. Namun, jika diperkirakan mencapai Rp500 miliar.

“Jumlahnya belum signifikan karena masih banyak pilihan untuk digunakan terutama untuk menginvesarisir berbagai macam situs budaya yang ada baik itu situs benda maupun yang bukan benda, perkiraannya belum banyak, mungkin sekitar setengah triliun, tapi ini kan sudah lumayan karena selama ini kan belum pernah ada [DAK Kebudayaan],” tukas Muhadjir.

Muhadjir juga mengatakan, pengembangan kesenian dan kebudayaan telah didukung penuh oleh pemerintah. (Heros/TPP)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here