Bertentangan Dengan Adat, Masyarakat Badui Gelar Operasi Barang Modern

0
41
Warga Badui, di Banten (Foto Antara/dispar Prov. Banten)

LEBAK, presidentpost.id – Karena dianggap bertentangan dengan adat setempat, masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, menggelar operasi pelarangan penggunaan barang modern, di mana oprasi ini menyisir setiap rumah warga yang ada di lokasi suku Badui.

“Operasi adat itu dilakukan selama sepekan terakhir dengan menyisir ke setiap rumah warga Badui,” kata Santa (45), warga Badui saat dihubungi di Lebak, Kamis, dukutip dari antara.

Operasi yang melibatkan puluhan warga Badui Dalam dan Badui Pendamping yang ditunjuk tetua adat, merupakan repleksi dari ketaatan dan kepatuhan terhadap peraturan adat yang melarang menggunakan peralatan modern, termasuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Dalam operasi ini, apabila ditemukan peralatan modern maupun barang perabotan rumah tangga akan dimusnahkan. Sedangkan, jika para masyarakat Badui memiliki kendaraan maka akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

Dalam hal ini Kepolisian bertindak sebagai aparat yang akan melakukan penyitaan kendaraan jika benar-benar milik warga Badui dengan dibuktikan STNK dan BPKB. Namun, jika mereka meminjam kendaraan orang lain, maka bisa diambil oleh pemiliknya.

Operasi yang dilakukan masyarakat Badui ini bertujuan untuk penegakan peraturan adat yang melarang barang modern. Di mana, warga Badui tidak diperbolehkan memiliki barang perabotan rumah tangga, seperti gelas, piring, termos, teko, sendok, kasur, garpu, dan lainnya.

“Semua barang-barang yang dimusnahkan itu diterima dan tidak melakukan penolakan,” kata Santa.

Sejumlah warga Badui mengaku bahwa mereka rela barang-barang perabotan rumah tangga yang digunakan itu dimusnahkan karena dilarang secara adat.

“Kami tentu tidak bisa berbuat apa-apa dalam operasi adat jika dimusnahkan perabotan rumah tangga,” kata Sarpin, warga Badui.

Dalam Wikipedia dikatakan, Urang Kanekes atau Orang Kanekes atau Orang Baduy/Badui merupakankelompok masyarakat adat suku Banten di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Populasi mereka sekitar 26.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang mengisolasi diri mereka dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk difoto, khususnya penduduk wilayah Baduy Dalam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here