Unhan Berharap IIDSS Melahirkan Diplomasi Pertahanan

0
87
https://news.okezone.com

JAKARTA, presidentpost.id – Rektor Universitas Pertahanan (Unhan), Dr. Yoedhi Swastanto, menjelaskan perihal masalah pertahanan dan keamanan, yang dianalisis dari perspektif studi pertahanan dan teknologi pertahanan dalam pembukaan acara Indonesia Internasional Defense Science Seminar (IIDSS) 2018.

Menurutnya, sebagai lembaga akademis di bidang ilmu pertahanan, hosting IIDSS adalah bagian dari kontribusi untuk ilmu dan praktik pertahanan dan keamanan. Selebihnya, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga regional dan internasional.

“Dalam menghadapi lingkungan dan tantangan strategis yang dinamis, sangat penting bagi Universitas Pertahanan untuk mengatasi masalah ini, menganalisis dan mengidentifikasi solusi dan hasil, ” tutur dia saat ditemui dalam kawasan Hotel Grand Mercure, Jakarta, Rabu (11/7).

Lebih lanjut, Yoedhi menjelaskan jika diskusi dalam IIDSS berfokus pada penguatan diplomasi pertahanan untuk mengatasi tantangan keamanan bersama melalui sejumlah topik penting terkait pertahanan. Misalnya saja, proliferasi senjata pemusnah massal, kejahatan transnasional di kawasan, terorisme dan HADR. Selain itu, dua topik penting di kawasan, sumber daya dan media informasi.

Dia berharap, jika IIDSS bisa menjadi forum bagi akademisi dan para praktis, serta cendekiawan internasional untuk membahas topik-topik terpilih dalam berbagai masalah keamanan. Serta cara-cara diplomasi pertahanan yang efektif.

Terlebih, sekira 24 pembicara internasional dan domestik diharapkan untuk berbagi pengetahuan dan pandangan mereka tentang topik-topik tersebut.

Menariknya, selain seminar yang dihadiri peserta dari Indonesia dan luar negeri. Ajang internasional ini memiliki mini bilik industri pertahanan. Di antaranya PT LEN, PT pindad, dan PT Dirgantara Indonesia.

Untuk informasi, IIDSS 2018, berlangsung selama 3 hari, dimulai dari 11-13 Juli 2018 di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat. Acara ini juga telah dihadiri oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here