Univ. Budi Luhur Bersama Kominfo Consern Perangi Hoak Melalui INACL

0
362
Para pesserta Lokakarya Indonesian Association for Computational Linguistics (INACL), ke 4 yang diselenggrakan oleh Universitas Budi Luhur yang mendatangkan Ir. Herry Abdul Aziz, M. Eng, Staff Ahli Bidang Teknologi Kominfo.

JAKARTA, presidentpost.id – Universitas Budi Luhur (Univ. Budi Luhur) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sepakat perangi Hoak, melalui teknologi. Seperti diketahui, penyebaran Hoak atau berita bohong di tahun-tahun belakangan menjadi fenomena di tangah masyarakat tanah air. Di mana kecenderungannya berita Hoak bersifat negatif bahkan memakan korban.

Ketua Panitia Indonesia Association of Computational Linguistics (INACL) Dr. Tjahjanto, S. Kom, MM, menjelaskan usia Univ. Budi Luhur semakin matang. Kematangan ini, menjadi sebuah tanggung jawab yang besar dalam memberikan hal positif dalam pembangunan negeri. Untuk itu perlu dilakukannya pergaulan antar institusi.

“Kesempatan ini dalam rangka Dies Natalis Univ. Budi Luhur yang akan berusia 40 tahun. Kita semakin dewasa secara nasional dan internasional, dan salah satu kedewasaan tersebut memberikan kontribusi positif untuk negara, salah satunya melalui INACL, yang sudah digelar ke empat kalinya di Univ. Budi Luhur,” terangnya dalam satu kesempatan berbincang dengan redaksi presidentpost.id, di ruang Humas Univ. Budi Luhur, Jakarta.

Dia, menambahkan INACL, merupakan asosiasi yang berisikan para peniliti yang fokus di bidang computasional linguistics. Di mana dirinya mencontohkan, seperti sentiment analisis, instrumental interaktif yang dapat melihat Hoak atau bukan melalui sistem polarisasi dengan melihat hal-hal di sosial media dan menganalisanya.

“Analisis misalnya berbasis teks, bisa diketahui positif atau negatif. Kita bisa menghitungnya dengan sistem polarisasi,” ungkapnya.

Ketua Panitia Indonesia Association of Computational Linguistics (INACL), Univ. Budi Luhur Dr. Tjahjanto, S. Kom, MM.

Sementara itu, Staff Ahli Menteri Kominfo Bidang Teknologi Herry Abdul Aziz, berharap semua peserta yang ada dalam seminar INACL mampu mengisi dan turut mengambil bagian untuk memperkaya basis data dan segala kekurangannya.

“Kami membuka diri untuk bekerjasama untuk penanganan hoax dengan universitas Budi Luhur karena dalam hal ini kami tidak bisa bekerja sendiri, kami berharap teman-teman peneliti dan pemerhati Budi Luhur dapat ambil bagian,” pungkas Herry.

Tjahjanto, melihat masyarakat awam saat ini dimanjakan dengan device-device yang murah, seperti smartphone yang dalam pengoperasiannya sudah komputerisasi. Bukan hanya itu, masyarakat juga dimanjakan dengan internet yang murah dan mudah didapatkan.

“Jika hal tersebut digunakan secara positif dengan kegiatan yang produktif bukan untuk kegiatan menghancurkan. Perlu dicermati, lawan kata dari produktif adalah destruktif, untuk itu masyarakat perlu memahami apa yang dilakukannya terkait teknologi secara positif,” imbuhnya.

Dirinya berharap, bahwa bukan teknologi yang disalahkan. Baginya, teknologi hanya menjadi alat, di mana masyarakatnya yang menggunakan harus emnajdi dewasa dalam setiap hal yang dilakukan terkait teknologi.

“Kami berupaya agar negeri ini nyaman untuk ditempati, kita tunjukan bangsa ini bisa lebih baik melalui pakar-pakar yang ada, UBL dengan Kominfo  dan INACL terus bergerak  tumbuh atas nama resetnya Univ. Budi Luhur  dan pusat Study Teknologi Informasi Komputer dan komputasinya dan kami sedang siapkan juga server-server pendukungnya,” tandas Tjahjanto.

Dalam seminar INACL kali ini, institusi yang turut ambil bagian terdiri dari Univ. Budi Luhur, Telkom University , Universitas Tanjung Pura Bina Nusantara, Universitas Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung , UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Jenderal Achmad Yani, Teknik Informatika Universitas Trisakti dan Universitas Widyatama Bandung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here