Mendikbud Puas Pantau Hari Pertama Sekolah di Papua

0
162

PAPUA, presidentpost.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengawali kunjungan kerjanya di Provinsi Papua, Senin (16/7). Di sana Muhadjir menghadiri apel hari pertama sekolah (HPS) di beberapa tempat.

Menteri yang ramah senyum ini mengaku bangga dengan perkembangan pendidikan di Bumi Cenderawasih. Mulai dari segi SDM, maupun sarana dan prasarananya.

Muhadjir menilai sekolah di Papua yang tidak kalah dengan sekolah di daerah lain. “Saya berkunjung ke SD yang sangat bagus, tidak kalah dengan SD di tempat lain, khususnya di Jawa,” ujar dia saat mengunjungi Sekolah Dasar (SD) Negeri Kotaraja, Abepura, Papua.

Dia lantas meminta Pemerintah Provinsi Papua bisa mengimbaskan sekolah yang bagus ini ke sekolah-sekolah lainnya, yang kondisinya masih kurang.

Selain menghadiri Apel, Mendikbud juga memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus belajar dan memberikan kemajuan untuk Papua. Dia berpesan agar sekolah dapat menyambut siswa dengan suasana yang menggembirakan.

“Beri siswa harapan dan semangat. Bangun optimisme mereka, agar siswa semakin termotivasi mengejar impiannya,” kata Muhadjir.

Pengenalan terhadap fasilitas dan peraturan sekolah, menurut Muhadjir, perlu disampaikan dengan baik dan penuh keramahan. Para guru memperkenalkan diri juga dengan penuh keterbukaan, yang selanjutnya mendengarkan harapan dari siswa.

“Pendidik perlu memahami bahwa setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai minat dan bakat masing-masing,” beber Muhadjir.

Turut dalam kunjungan kerja kali ini Sekretaris Jenderal, Didik Suhardi; Direktur Jenderal

Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad; Staf Ahli bidang Hubungan Pusat dan Daerah, James Modouw; Staf Khusus Monitoring Implementasi Kebijakan, Alpha Amirrachman; Direktur Pembinaan SD, Khamim; Direktur Pembinaan SMP, Supriano.

Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sejatinya memiliki tujuan yang mulia. Yakni soal pemerataan akses pendidikan.

Sekalipun memang, masih ada sejumlah kekurangan yang mesti dibenahi. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, keberhasilan implementasi sistem zonasi ditentukan oleh sinergi tiga elemen.

Muhadjir mengistilahkannya dengan sebutan ‘Tripusat Pendidikan’. Yakni sekolah, masyarakat, dan keluarga. (Heros/TPP)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here