Operator Jembatan Timbang Jadi Jabatan Paling Favorit di Pemda

0
135

JAKARTA, presidentpost.id – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan jika Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berupaya memperkuat regulasi terkait operasional jembatan timbang. Pengelolaan jembatan timbang rencananya bakal dialihkan dari Pemerintah Daerah (Pemda) kepada swasta.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar pendapatan yang diterima negara dari pengoperasian Jembatan Timbang menjadi lebih jelas. Beberapa oknum pemerintahan daerah ditengarai acapkali memanfaatkan tugas tersebut secara sewenang-wenang.

“Pak Karwo (Soekarwo, Gubernur Jawa Timur) bilang sama saya, PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang didapat dari situ lebih banyak yang masuk kantong. Satu Pemda juga sempat mengatakan, jabatan yang paling favorit di Pemda itu adalah menjadi penguasa di jembatan timbang,” ujar dia di Fairmont Hotel, Jakarta, Selasa (17/7).

Adapun Jawa Timur dan Jawa Barat sendiri, akan jadi titik fokus penegakkan hukum keberadaan jembatan timbangnya Ini karena pergerakan kendaraan berlebihan muatan banyak berpusat di dua kawasan itu.

Dengan banyaknya kendaraan yang terbilang over dimensi dan over loading (ODOL), ia menegaskan, itu akan banyak berdampak pada kerugian seperti kemacetan yang sistematis hingga kerugian negara akibat jalan yang tidak sebesar Rp 43 triliun.

Dia melanjutkan, Kemenhub telah merintis upaya untuk menjalin ikatan kerjasama dengan pihak swasta, termasuk sebagai koordinator dari beberapa jembatan timbang.

Ia menyebutkan, sudah ada dua BUMN yang sudah mengambil alih peran, yakni PT Surveyor Indonesia (Persero) dan PT Sucofindo (Persero).

Lewat kerjasama tersebut, Menhub Budi mengatakan, bakal ada suatu keuntungan tersendiri bagi pihak operator dalam hal ongkos pemeliharaan jalan.

“Anda bayangkan, satu penggal jalan 100 km itu katakan ada biaya maintenance sebanyak Rp 20-Rp 40 miliar. Kalau mereka menyisihkan itu Rp 5 miliar untuk mengelola jembatan timbang, pasti kerusakan yang tadinya Rp 200 miliar bisa turun jadi Rp 150 miliar,” paparnya.

“Jadi ada suatu advantage yang diperoleh oleh tim perusahaan yang memelihara jalan dengan lebih murah,” dia menambahkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here