Dialog Nasional Gubernur DIY di Akademi Maritim Yogyakarta

0
201
foto: jogjaprov.go.id

YOGYAKARTA, presidentpost.id – Gubernur DIY Sri Sultan HB X membuka Dialog Nasional di Akademi Maritim Yogyakarta, Sabtu (28/7). Dengan menyematkan sebuah pesan Presiden Soekarno yang berisikan ”usahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali. Bangsa pelaut dalam arti kata cakrawati samudra. Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga dan armada militer yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang lautan itu sendiri’’.

“Itulah saya kira pesan yang seharusnya menjadi subtansi tema dialog nasional ‘Konektivitas Transportasi Laut sebagai Solusi Menuju Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia’. Artinya, ketika bangsa Indonesia sudah menjadi cakrawati samudera di mana pelabuhan laut sudah terkoneksi dalam jaringan transportasi tol laut yang terpadu dengan poros maritim dunia, saat itu lah tercapainya kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” papar Gubernur DIY.

Sri Sultan HB X menyampaikan, sesungguhnya jika bangsa Indonesia sudah mampu mendayagunakan sumber daya kelautan secara optimal berarti negara ini sudah tergolong negara maju. Laut adalah sumber daya jika dimanfaat secara bijaksana akan menjadi sumber mata pencaharian terbaharukan yang boleh dikata tiada habis-habisnya guna menopang perekonomian rakyat dan negara.

“Saat ini paradigma kontinental sudah bergeser ke paradigma kelautan dan kemaritiman. Namun, kecerdasan paradigmatis yang bersifat konseptual strategis berjangka panjang itu harus ditopang oleh basis kuat dalam kecerdikan parapragmatis yang bersifat aktual taktis berjangka pendek,” lanjut Gubernur.

Dalam  upaya revitalisasi semangat nusantara bahari, papar Sri Sultan HB X,  konsekuensi lanjutannya adalah bangsa Indonesia harus mempunyai pemahaman tentang geo-politik dan geo-strategis  yang memerlukan perubahan paradigmatis dari semangat yang berbasis kontinental kemaritiman.

“Ironisnya pendidikan kemaritiman yang menjadi karakter khas Indonesia sebagai negara maritim terbesar  di dunia belum pernah diajarkan. Sebaliknya, pendidikan kita masih berbasis agraris atau kontinental. Sehingga, masyarakat maritim dari luar Jawa pun yang menempuh studi di Jawa tetap diajarkan pendidikan yang tidak sesuai dengan kondisi dengan daerah asalnya,” papar Gubernur DIY.

Menteri Perhubungan RI Ir. Budi Karya Sumadi juga menekankan AMY agar terus berperan memberikan asupan positif kepada anak didik dan juga meningkatkan daya saing. Dengan itulah, peran, pendapat, usulan, dan kinerjanya dapat memajukan bangsa ini.

“Kita tahu laut terhampar bebas, maka potensinya juga begitu banyak. Oleh karena itu harus ada suatu keahlian, cara-cara lebih cerdik untuk memanfaatkan kekayaan laut. Banyak anak-anak muda memiliki ide-ide original yang memberikan solusi bagi bangsa baik berkaitan dunia maritim atau dunia wisata. AMY harus memberikan kesempatan pada mereka untuk memikirkan dan berkreasi.”

Selain itu, Direkrut AMY Dr. Wegig Pratama, M.Pd mengatakan, Indonesia yang memiliki wilayah kepulauan ini sangat rentan terhadap kesenjangan-kesenjangan dari semua aspek kehidupan baik ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Namun di sisi lain posisi Indonesia ini memiliki keuntungan karena berada dalam simpul logistik perdagangan internasional yang sangat strategis.

“Hal tersebut dikarenakan aktivitas perdagangan internasional 90% dilakukan melaui moda transportasi laut, sementara 40% dari rute yang dilalui adalah rute di wilayah perairan Indonesia. Oleh sebab itu, Indonesia yang bercita-cita menjadi poros maritime dunia bukanlah sebuah impian,” pungkas Dr. Wegig Pratama, M.Pd, dikutip dari jogjaprov.go.id.

Hadir pula Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Perhubungan RI Umiyatun Hayati Tiastuti, M.Sc, Komandan Korem 072 Pamungkas, Komandan Lanal DIY, pejabat Forkompimda DIY, Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, M.Si, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi DIY Dr. Bambang Supriyadi, CES, DEA, dan segenap pembicara Dialog Nasional. (TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here