Kebutuhan Beras BPNT Tidak Bisa di Prediksi oleh BULOG

0
217
https://www.viva.co.id/

JAKARTA, presidentpost.id – Perum Bulog tidak bisa memprediksi kebutuhan beras dalam program bantuan pangan non tunai. Sebab, dalam program bantuan pangan non tunai, Bulog bukan satu-satunya pemasok beras di agen-agen yang menjadi tempat penyaluran beras tersebut.

Hal itu disampaikan Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh di Jakarta, Selasa (24/7/2018). “Bulog tidak bisa memprediksi kebutuhan beras dalam program BPNT karena Bulog bukan satu-satunya pemasok, ” kata Tri Wahyudi.

Tri Wahyudi menjelaskan dalam program beras untuk masyarakat prasejahtera (Rastra) sebelumnya, Bulog memasok sekitar 2,7 juta ton beras untuk sekitar 15,5 juta keluarga pra sejahtera.
Dalam program BPNT, lanjut Tri Wahyudi, Bulog bukan satu-satunya pemasok. Artinya, pemasok beras di luar Bulog dapat memasok beras di agen-agen penyaluran beras dalam program BPNT, seperti pedagang bahan pangan yang bekerja sama dengan bank-bank BUMN sebagai agen-agen bank BUMN.

Dengan adanya beras yang tidak tersalurkan melalui program BPNT, lanjut Tri Wahyudi, Bulog akan memasarkan beras yang diserap dari petani secara komersial. Saat ini, menurut Bulog masih memasok sekitar 1 juta ton beras untuk bantuan sosial (Bansos). Beras yang disalurkan dalam program BPNT melalui rumah pangan kita masih sedikit atau terbatas.

Tri Wahyudi menambahkan tahun 2018, target penyerapan beras dari petani sebanyak 2,7 juta ton. Dari penyerapan itu, Bulog juga mengalokasikan untuk cadangan beras pemerintah (CBP) sekitar 1 juta ton sampai 1,5 juta ton.

Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mengatakan, kalangan petani khawatir penyerapan beras oleh Bulog semakin sedikit karena Bulog tidak bisa sepenuhnya menyalurkan beras dalam program BPNT. “Kita khawatir penyerapan beras Bulog semakin kecil karena outlet penjualan Bulog semakin berkurang, ” katanya.

Oleh karena itu, menurut Winarno, Bulog perlu memperbesar penjualan beras secara komersial sehingga penyerapan beras dari petani tetap besar. Untuk memperbesar penjualan secara komersial, Bulog perlu berinvestasi di peralatan penggilingan dan pengeringan padi. Selain itu, Bulog perlu memiliki pergudangan yang cukup.

Program BPNT merupakan bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) setiap bulan melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli pangan di e-warong atau pedagang bahan pangan yang bekerja sama dengan bank-bank BUMN. Setiap KPM akan mendapat dana sebesar Rp 110.000 per bulan melalui kartu elektronik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here