Belajar Pengembangan Diri di Kelas Life Skills Para Pelaut Indonesia

0
156

CAPE TOWN, Presidentpost.id – Sebagai langkah engagement warga negara Indonesia dalam upaya-upaya perlindungan dan pemberdayaan pelaut Indonesia di luar negeri, maka KJRI Cape Town memfasilitasi pembicara WNI Sdri. Poppy Sewell, B.Econ.Dip.HRM dalam salah satu sesi kelas Life Skills hari Rabu, 1 Agustus 2018 dengan topik Pelatihan Pengembangan Keahlian. “Moto hidup saya, belajar, mendengarkan, dan lakukan dengan baik. Ketiga hal tersebut perlu dapat kita lakukan sama-sama kalau mau sukses mengembangkan karier,” pesannya pada saat membuka kelas.

Pada kesempatan kelas tersebut, Poppy berbagi tips kepada para pelaut mengenai bagaimana mengenali keunggulan dan kelemahan diri sendiri serta mengungkapkannya dalam riwayat hidup. “Sebagai seorang recruiter, yang pertama kali saya lihat dari orang ya dari riwayat hidupnya. CV atau riwayat hidup itu representasi dari diri kita. Maka itu, agar lebih kelihatan oleh calon bos, pengalaman kerja terakhir perlu disampaikan pada baris pertama. Penjelasan pengalaman kerja harus singkat dan padat,” tukasnya di hadapan 43 pelaut Indonesia dari kapal Long Xing, Sanei Maru #51, Geo-searcher, dan sebagainya. Di samping itu, Poppy menyampaikan tentang perlunya pelaut membedakan antara sertifikat kualifikasi yang diperoleh dan keahlian yang dimilikinya dari pengalaman kerja serta perlunya pelaut untuk mencintai pekerjaan yang dilakukan dan ketekunan. “Kalau mau bangun karier, perlu dipertimbangkan untuk menekuni satu jenis pekerjaan selama minimal setahun. Hal itu akan menambah pengalaman kerja bahkan mengasah keahlian. Calon bos juga akan cari pekerja yang loyal, bukan pindah-pindah karena gaji yang tinggi semata,” ujarnya lagi.

Para pelaut Indonesia terlihat antusias menjalani sesi ini. Beberapa pertanyaan terkait bagaimana menindaklanjuti lamaran kerja kalau belum ada telepon dan kabar dari perusahaan atau agen? Apa yang perlu dilakukan? atau lainnya, bagaimana menghadapi lamaran kerja yang perlu bayar sejumlah uang tertentu? dan boleh atau tidak menyebutkan nominal gaji yang kita minta pada saat wawancara kerja?

Pada sesi tersebut, KJRI Cape Town juga mengangkat isu diskusi tentang adanya permasalahan kapal yang menyebabkan seorang pelaut harus putus kontrak. Permasalahan tersebut, antara lain, gaji yang tidak lancar, tindak kekerasan di atas kapal, atau sakit. Apakah isu-isu semacam tersebut perlu ditampilkan di dalam riwayat hidup? Poppy memberikan jawaban bahwa hal tersebut perlu dapat disampaikan dalam wawancara, tetapi bukan dalam riwayat tertulis. Ketika wawancara, pelaut perlu jelaskan pengalaman yang dialami, tetapi tetap sampaikan motivasi dan semangat kerja yang dimiliki untuk bergabung di perusahaan baru. “Perlu sampaikan bahwa teman-teman pelaut ingin bergabung untuk mengembangkan diri bersama perusahaan kapal atau karena menyukai tantangan bekerja. Hal tersebut akan lebih disukai agen perekrutan,” demikian Poppy menutup sesinya.

Poppy Sewell B.Econ.Dip.HRM adalah pakar manajemen sumber daya manusia asal Indonesia yang tinggal di Cape Town selama 4 tahun. Poppy berpengalaman dalam bidang perekrutan tenaga kerja internasional (Bidang Konsuler KJRI Cape Town).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here