Kangen Indahnya Terumbu Karang di Kangean

0
378
Salah satu sudut yang menampakkan keindahan Pantai Sapoong di Desa Panjenangger, Sumenep Madura.

SUMENEP, presidentpost.id – Salah satu daya tarik wisata laut, tentu hadirnya taman terumbu karang yang mempesona. Dahulu sebelum tahun 2000, Kangean menjadi salah satu daerah yang dikangeni oleh para pencinta olahraga diving, di Indonesia bahkan para turis-turis mancanegara. Ribuan ikan hias, berwarna-warni berenang kesana-kesini menggoda mata para penikmatnya.

Kepala KPLP Kangean Iskandar, mengungkapkan di bawah tahun 2000 pulau Kangean memiliki wisata laut yang indah. Ratusan ikan warna-warni terlihat begitu indah, karena trumbu karang yang masih terbenam di dasar laut.

“Setelah di 2000 ke atas, masyarakat kecenderungannya melakukan penangkapan ikan itu dengan menggunakan potassium. Lebih celaka lagi, kalau dulu masih untuk ikan hias, kemudian kebiasaan itu bergeser untuk ikan konsumsi,” ujar Iskandar, dalam suatu kesempatan dengan presidentpost.id.

Lebih jauh Iskandar, menjelaskan jika musim kering atau musim surut, ratusan orang menangkap ikan dengan menggunakan potassium untuk menangkap ikan.

“Dulu daerah Sauqi (desa di Kangean) terkenal dengan warna warni ikannya yang ada di laut dan sekarang hancur,” tegasnya.

Diakuinya, pelajaran menggunakan potassium didapat oleh para warga lokal berasal dari para pendatang saat menangkap ikan di perairan Kangean, yang selanjutnya dicontoh oleh masyarakat lokal dalam menangkap ikan.

“Hingga saat ini, Potassium belum sepenuhnya ditinggalkan, walaupun sedikit menurun. Tetapi, itu bukan karena sudah memahami kerugian yang diambil akibat penggunaan potassium. Kami juga selalu aktif memberikan pemahaman kepada warga untuk tidak menggunakan potassium. Kasihan masa depan anak cucu,” harapnya.

Memang diakuinya sinergitas oleh pemerintah dalam menanggulangi penggunaan potassium di masyarakat, belum maksimal. Sehingga, penggunaan potassium di masyarakat masih ada dan belum dapat dihilangkan dalam tradisi masyarakat lokal.

“Pemerintah daerah sinergitas masih sangat rendah. Beberapa kali teman-teman mahasiswa-mahasiswi melakukan daving dan penanaman terumbu. Tapi, karena rendahnya SDM masyarakat di sini, begitu keranjang keranjang itu dipasang dan orangnya pulang, keranjangnya diangkat,” terang pria yang merupakan putra daerah Kangean ini.

Iskandar, berharap kejayaan Pulau Kangean akan kembali dengan dilakukannya kebijakan-kebijakan dalam menjaga alam, di mana menurut dirinya mungkin bisa di awali dari pantai Sapoong yang berada di desa Panjenangger, yang diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Sumenep, ke depan.

“Pemerintah mudah-mudahan nanti kita awali mungkin dari Sapoong, pemerintah memberikan atau menggelontorkan dana untuk penanaman trumbu karang. Dari pihak aparat terkait termasuk LSM utamanya, di sini nanti bisa melakukan Sinergi. Termasuk juga dari pemerintah menyiapkan petugas kemanannya untuk penambahan personel demi mengembalikan kejayaan Kangean, melalui wisata lautnya,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here