Kembangkan Wisata Sapoong, Dinpar Sumenep Siap Latih Masyarakat Panjenangger

0
424
Pantai Sapoong di Pulau Kangean yang membuat Kangen para pengunjungnya.

SUMENEP, presidentpost.id – Dalam meningkatkan potensi alam daerah khususnya di sektor pariwisata, Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Sumenep, siap memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Panjenangger berupa keterampilan-keterampilan yang terintegrasi terhadap kebutuhan pariwisata di daerah tersebut.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinpar Sumenep, Sufiyanto, bahwa Kabupaten Sumenep memiliki inkubator untuk pelatihan wirausaha muda. Pelatihan ini menurutnya akan memberikan kemampuan kepada masyarakat untuk lebih memiliki potensi dalam mengembangkan pariwisata di Sumenep, khususnya di desanya masing-masing.

“Nanti beberapa orang dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) akan kami ikutkan pelatihan-pelatihan. Sehingga yang didapat tidak hanya dapat keterampilan, tapi dari kami akan dapat peralatan-peralatan. Salah satu contoh tahun kemarin, kami membuat melalui incubator pelatihan mencetak kaos printing, lengkap dengan komputernya, kemudian mesin jahitnya,” ungkap Kadis, saat menghadiri Festival Pesisir Kangean di Pantai Sapoong.

Ungkapan tersebut menjawab harapan dari masyarakat Panjenangger, di mana Tamin, salah seorang warga yang juga anggota Pokdarwis,  berharap sebagai anggota Pokdarwis Pemerintah melalui Dinpar Sumenep, memberikan sesuatu atau ilmu yang dapat dipelajari masyarakat Panjenangger.

“Terus terang kami Pokdarwis di sini, kami butuh dukungan dari Dinas Pariwisata itu aja,” katanya.

 

Lebih jauh, Kadis menjelaskan untuk pemasaran produk, dapat melalui medsos. Di mana Kabupaten Sumenep sudah terbentuk Generasi Pesona Indonesia. Melalui grup tersebut, Sapoong setiap minggu atau setiap hari bisa diupload atau dipromosikan melalui Jempinas.

“Jempinas ini yang akan menjual Sapoong ke dunia. Karena Jempinas mempunyai kewajiban untuk memasarkan itu,” tegasnya.

“Jadi nanti kami tidak akan hanya sekedar pelatihan. Kami minta data para Pokdarwis-nya. Kemudian, pemudanya, untuk kami ikutkan pelatihan guide berlisensi. Jadi kalau tidak punya lisensi tidak bisa menerima tamu bule. Kalau tidak berlisensi paling bayarannya hanya Rp250 ribu, tapi kalau dengan lisensi bayarannya bisa Rp1 juta. Mudah-mudahan nanti Sapoong akan menjadi besar tidak di Indonesia saja tetapi juga ke dunia,” harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here