Masuki Tahap Eksploitasi, PLTP Rantau Dedap Segera Aliri Listrik

0
178
esdm.go.id

SUMATERA SELATAN, presidentpost.id – Eksploitasi Sumur Panas Bumi Rantau Dedap resmi dimulai (4/8/2018). Proses produksi ini ditandai dengan Penajakan sumur RD-I3 atau sumur pertama dari 16 sumur bor eksploitasi (14 sumur produksi dan 2 sumur injeksi). Setelah beroperasi, PLTP yang terletak di Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat dan Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan ini akan menghasilkan 220 MW. Dengan kepasitas keseluruhan sebesar itu, PTLP akan dapat mengaliri listrik lebih dari 130 rumah.

Penajakan sumur RD-I3 sendiri dilakukan secara simbolis oleh Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana, didampingi oleh Direktur Panas Bumi, Ida Nuryatin Finahari.

PLTP Rantau Dedap akan dikembangkan dalam 2 tahap dengan kapasitas keseluruhan sebesar 220 MW. Tahap I sebesar 86 MW direncanakan akan COD pada pertengahan tahun 2020, sedangkan tahap 2 sebesar 134 MW ditargetkan akan COD tahun 2025. Setelah beroperasi, nantinya PLTP Rantau Dedap akan mampu melistriki lebih dari 130 ribu rumah. Selain itu pada tahap konstruksi, proyek ini akan menciptakan 1200 lapangan kerja baru.

Energi panas bumi menjadi salah satu prioritas nasional di bidang energi, mengingat besarnya sumber daya panas bumi Indonesia mencapai 28,5 GW. Kapasitas terpasang PLTP di Indonesia sampai dengan saat ini sekitar 1.948,5 MW, penghasil listrik dari panas bumi di dunia terbesar kedua setelah Amerika Serikat.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM telah memberikan persetujuan kepada PT. Supreme Energy Rantau Dedap (PT. SERD) untuk memasuki tahap eksploitasi melalui surat Menteri ESDM Nomor 2224/31/MEM.E/2018 tanggal 9 Maret 2018. Persetujuan ini diberikan dengan pertimbangan bahwa PT. SERD telah menyelesaikan kegiatan eksplorasi (2010-2018) meliputi survei geosains, pembangunan infrastruktur, pengeboran 6 sumur eksplorasi dan uji sumur serta penyusunan dokumen studi kelayakan.

PT. SERD selaku pemegang Izin Panas Bumi, telah mencapai financial close pada tanggal 23 Maret 2018 dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Asian Development Bank (ADB), Nippon Export and Investment Insurance (NEXI) dan international commercial banks (Mizuho Bank, Ltd., Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Sumitomo Mitsui Banking Corporation) sebesar 540 juta dolar AS untuk pengembangan Unit 1.

Adapun total biaya yang dibutuhkan untuk proyek ini sekitar 700 juta dolar AS. Selain itu, PT. SERD juga telah mendapatkan penyesuaian harga melalui amandemen power purchase agreement (PPA) dengan PT. PLN (Persero) pada tanggal 6 November 2017 yang semula 8,86 sen dolar AS/kWh menjadi sebesar 11,76 sen dolar AS/kWh.

Kegiatan eksploitasi di Proyek Geothermal Rantau Dedap ini meliputi pengeboran 16 sumur panas bumi dan dibarengi dengan pembangunan PLTP Rantau Dedap Tahap I dengan kapasitas 86 MW oleh konsorsium PT. Rekayasa Industri dan Fuji Electric Co. Pengeboran sumur RD-I3 ini merupakan yang pertama dari 16 sumur bor eksploitasi (14 sumur produksi dan 2 sumur injeksi) dengan rata-rata kapasitas sebesar 7,8 MW/sumur.

Proyek PLTP Rantau Dedap sendiri akan memberikan tambahan penerimaan negara dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 106,87 juta dolar AS untuk masa eksploitasi dan pemanfaatan, serta pendapatan lain. Ini belum termasuk penerimaan dari sektor pajak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here