RI Genjot Komponen Lokal untuk Proyek KA Jakarta-Surabaya

0
136
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/3/2018)

JAKARTA, presidentpost.id – Pemerintah terus diskusi agar Japan International Cooperation Agency (JICA) dapat menurunkan biaya investasi proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya.

Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Perkerataapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Zulfikri menyatakan, pemerintah Jepang terlebih dahulu akan melakukan persiapan untuk survei (praparatory survey). Hal ini, kata Zulfikri, agar dapat ditentukan biaya yang laik untuk proyek tersebut.

“Kemarin kita lakukan feasibility study dan dapat indikasi biayanya. Sekarang JICA akan lakukan detil survei untuk dapat desain yang lebih detil lagi,” tutur dia di Gedung Kemenhub, Jakarta Pusat, Senin (6/8).

Ia juga menambahkan, pembangunan kereta api (KA) cepat Jakarta-Surabaya akan bergantung pada hasil survei tersebut. Lantaran, kata Zulfikri hal ini berkaitan dengan kepentingan pembiayaan proyek.

“Start pembangunannya akan sangat ditentukan oleh hasil survei, karena terkait dengan pembiayaan. Kita akan coba terus yang murah dan cepat,” ujar dia.

Ia menambahkan, survei akan dilakukan selama tujuh bulan usai proses lelang konsultan yang JICA di Jepang selesai pada awal November 2018.

“Ini kita lakukan paralel, kita dengan BPPT melakukan studi trase dulu, tapi secara teknis yang lebih detil nanti JICA,” tambah dia.

Adapun untuk menekan biaya investasi, Zulfikri menuturkan, Kemenhub akan berupaya untuk memaksimalkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya.

“Intinya, Jepang dan RI sudah sepakat untuk membangun tambahan satu lajur di jalur eksisting dengan lebar sepur sempit atau narrow gauge,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Masyarakat Perkeretaan Indonesia (Maska) di Hotel Grandhika Iskandarsyah, Jakarta, pada Sabtu ini. Dalam sambutannya, Budi Karya memberikan apresiasi besar atas terselenggaranya Rakernas.

“Saya mengapresiasi upaya untuk berkumpul melakukan kegiatan rakernas di mana satu kegiatan organisasi berbasis profesi. Secara tidak langsung ini mendukung proes pembangunan pemerintah,” kata Budi Karya saat membuka acara Rakernas Maska, Jakarta, Sabtu 21 Juli 2018.

Pemerintah saat ini memang tengah gencar melakukan berbagai proyek pembangunan infrastruktur. Salah satunya adalah moda transportasi massal seperti perkeretaapian. Menurutnya, kereta api sendiri telah menjadi favorit masyarakat.

“Angkutan massal menjadi keinginan kita. Kegiatan yang dilakukan pemerintah dengan membangun Mass Rapid Transit (MRT) dan Ligh Rail Transit (LRT) tanda konsistensi pembangunan angkutan massal,” imbuhnya. (Heros/TPP)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here