KJRI Jeddah Lakukan Pemakaman Dua Jenazah Dalam Sepekan

1
222

JEDDAH, Presidentpost.id – “Sesungguhnya kita (semua) milik Allah, dan kepada Dia pulalah kita akan kembali”

1. Pemakaman Jenazah Bayi Bernama Yusuf Maulana

Jeddah-Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah kembali melakukan pemakaman terhadap jenazah bayi laki-laki, Selasa, 7 Agustus 2018. Bayi yang diberi nama Yusuf Maulana ini lahir prematur dalam keadaan sudah tidak bernyawa (meninggal) di sebuah rumah sakit.

Tim perlindungan KJRI Jeddah yang dipimpin Pelaksana Fungsi Konsuler-3, Rifqie Madanie, melakukan serah-terima jenazah, pemandian dan pengkafanan, menyolatkan dan kemudian melaksanakan prosesi pemakaman bersama masyarakat setempat.

Bayi yang menurut dokter genap berusia 23 minggu ini lahir dari seorang ibu yang masih berstatus tahanan Tarhil (pusat detensi imigrasi). Berdasarkan hasil berita acara pemeriksaan (BAP) petugas KJRI, sang ibu adalah overstayer umrah dan hendak pulang ke Indonesia dalam keadaan hamil sekitar 6 bulan.

Tim dokter mengambil tindakan mengeluarkan janin tersebut untuk menyelamatkan jiwa sang ibu.

Informasi yang berhasil dihimpun dari petugas KJRI di Tarhil Shumaisi, sang ibu telah dipulangkan kemarin, Selasa, 7 Agustus 2018.

2. Pemakaman Almarhumah Nur Hayati Binti Niwan

Selain bayi, pada 5 Agustus Tim Perlindungan KJRI juga menangani pemakaman jenazah atas nama Nur Hayati Binti Niwan yang meninggal akibat serangan jantung dan menderita penyakit paru-paru.

Berdasarkan keterangan pada tabligh wafat (berita kematian) yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Al Shagar, Almarhumah meninggal dunia pada 1/11/1439 H atau bertepatan dengan 14 Juli 2018. Saat dilarikan ke rumah sakit, Almarhumah berstatus tanahan Tarhil (Pusat Detensi Imigrasi) Shumaisi.

Data keimigrasian KJRI menyebutkan, Almarhumah kelahiran Pamekasan, 17 Februari 1968, Jawa Timur, merupakan peserta Amnesty tahun 2013/2014, namun memilih tidak pulang dan bekerja di Arab Saudi.

Tim Perlindungan KJRI segera mengurus administrasi serah-terima jenazah dari rumah sakit setelah melengkapi berkasi persyaratan, termasuk surat persetujuan pemakaman yang diterima KJRI dari pihak keluarga di Indonesia.

Jenazah dikuburkan di Kompleks Pemakaman Umum Al Rahmah, Distrik Faiha, Jeddah. Prosesi pemakaman berjalan lancar dan khidmah. Jenazah almarhumah Nur Hayati dikuburkan di Blok 47 No. Kuburan 17.

Melalui berita duka ini, KJRI Jeddah mengajak Sahabat untuk turut mendoakan semoga Almarhum dan Almarhumah mendapatkan pengampunan dari Allah SWT dan tempat yang layak di sisi-Nya.

KJRI Jeddah juga menyampaikan bahwa pelayanan pengurusan jenazah ” TIDAK DIPUNGUT BIAYA SEPESER PUN “. Oleh karena itu, dimohon kerja sama masyarakat untuk melaporkan kepada KJRI bila menemukan pihak-pihak yang melakukan pemungutan dalam pelayanan pengurusan jenazah.

Seluruh WNI dimanapun anda berada,

Tak seorang pun yang mampu membendung kematian. Setiap makhluk yang bernyawa pasti mengalami episode kematian

(كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ), di mana pun, kapan pun. Fiman Allah SWT:

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78)

Tak ada yang bisa menyelamatkan kita dari ancaman siksaan Sang Pencipta, melainkan amal kebajikan (amal sholeh) kita selama hidup di dunia.

Segala bentuk tindakan, ucapan dan tulisan yang membawa kebaikan akan menjadi pembela kita kelak di Hari Perhitungan (Yaumul Hisab). Sebaliknya, perilaku dan sifat buruk (suka mencari kesalahan, menjelek-jelekkan sesama, bersikap hasud, dengki, suka bergunjing, menebar fitnah dan kebohongan, sifat sombong dan sifat tidak terpuji lainnya) akan menyeret kita kepada penderitaan abadi.

Selagi kita diberikan kesempatan hidup, marilah kita berlomba-lomba berbuat kebajikan, agar memperoleh keberkahan dan keselamatan dunia akhirat. Aamiiin Yaa Rabbal Aalamiin.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwasiat kepada Mu’adz bin Jabal ketika pergi ke Yaman dan disampaikan juga kepada Abu Dzar al Ghifari radliyallah ‘anhu:

اتَّقِ الله حَيثُمَا كُنْتَ ، وأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمحُهَا ، وخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ

“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya (perbuatan baik) akan menghapusnya (perbuatan buruk). Dan berperilakulah terhadap sesama manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Ahmad dan al Tirmidzi, beliau menghasankannya).

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here