BPJS Ketenagakerjaan Wajibkan Siswa Magang Dua Program Jaminan Sosial

0
246
www.bpjsketenagakerjaan.go.id

PONTIANAK, presidentpost.id – BPJS Ketenagakerjaan Kantot Cabang Pontianak menyampaikan bahwa siswa maupun mahasiswa yang sedang mengikuti praktik magang industri wajib diikut sertakan dan mendapat perlindungan dua program jaminan sosial Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Dua program jamina tersebut adalah Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian, pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketanagakerjaan KC Pontianak, Febri Setyo Hantoro.

Febri mengatakan kewajiban mengikutsertakan itu tertuang di dalam PP 44 tentang Penyelenggara Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan kematian maupun Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 01 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua Bagi Peserta Bukan Penerima Upah.

Baca: Erwin L Tobing Puji Pelaksanaan Pesparawi XII 2018 di Pontianak

“Selama magang, mereka wajib dilindungi dalam program kecelakaan kerja dan kematian,” ujarnya.

Ia mengatakan terkait hal tersebut pihaknya sudah mekakukan sosialisasi ke perguruan tinggi dan sekolah yang memiliki kurikulum kegiatan magang.

Hal itu lantaran masih banyak Siswa maupun mahasiswa yang mengikuti praktik magang harus mendapat perlindungan jaminan sosial.

Ia juga memaparkan total peserta didik baik jejang sekolah SMK sederajat sebanyak 44 ribu untuk se-Kalimantan Barat.

Baca: Dilanda Persoalan, Gabungan KUD Kebun Sungai Mitra PTPN XIII Keluarkan Pernyataan Sikap

“Dari jumlah itu hanya sekitar 20-30 persen yang akan mengikuti praktik magang. Jadi sekolah dan perguruan juga harus tahu, bahwa itu wajib,” ujarnya.

Kewajiban pembiayaan premi iuran dari siswa yang magang itu dibebankan kepada perusahaan ditempat magang. Itu berdasarkan UU Nomor 13 tahun 2003. Kewajiban itu dibebankan kepada perusahaan.

“tapi polemic juga karena banyak perusahaan yang tidak mampu. Jadi lebih baik sebelum melakukan kerja praktik sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Sekolahpun dituntut bisa memberikan pemahaman kepada orangtua jika anaknya ikut praktik magang maka sebelumnya sudah harus terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Kendati demikian febri juga tidak menjadi soal jika perusahaan tempat magang itu mau dibebankan premi iuran magang.

Besaran preminya hanya Rp16. 800 untuk dua program. Febri mengatakam jika perusahaan itu mau dan mampu tidak masalah. Jika tidak sekolah harus berkomunikasi dengan orangtua, karena jika dibebankan jangan sampai premi itu dianggap pungutan liar.

“Jadi selama mereka magang, wajib mendapat perlindungan. Berhenti magang maka perlindungan itu berhenti juga. Mereka kami hitung sebagai tenaga kerja bukan penerima upah. Selama menjadi peserta, mereka mendapatkan hak yang sama sebagai peserta jaminan sosial,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here