Menhub Budi Pantau Wisma Atlet Asian Games di Kemayoran

0
256

JAKARTA, presidentpost.id – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi blusukan ke Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Rabu (22/8). Lokasi tersebut, merupakan tempat peristirahatan para atlet Asian Games 2018 dari manca negara.

Pantauan Liputan6.com, di Wisma Atlet Kemayoran, Budi mulai blusukan di Wisma Atlet kemayoran, sekitar pukul 15.00 WIB. Hal pertama yang dilakukannya adalah, mendatangi terminal keberangkatan, mengecek kesiapan armada pengatar atlet ke masing-masing venue pertandingan.

Kemudian Budi yang didampingi jajaran pejabat Kementerian Perhubungan, melanjutkan perjalanannya ke dalam kawasan bangunan bertinggkat‎ tersebut, dengan menghampiri beberapa titik. Yang pertama adalah tempat penjualan cinderamata Asian Games 2018.

Setelah itu, Budi melanjutkan pengecekan pusat informasi pertandingan yang berada di lobi, setetalah melontarkan beberapa pertanyaan ke petugas pusat informasi.

Budi menuju ke salah satu Kamar ‎Wisma, untuk melihat kondisi kamar. Dia pun sempat bergurau ke awak media, dengan menawarkan tidur di wisma atlet tersebut.

‎”Mau tidur di sini?,” tutur Budi sambil tertawa.

‎Setelah melihat isi kamar atlet, Budi kemudian menunju tempat makan para atlet. Di tempat tersebut terjadi bebergai menu untuk memenuhi kebutuhan energi para atlit.

Setelah sekitar satu jam Budi blusukan di Wisma Atlet Kemayor‎an, mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (persero) tersebut kemudian menuju venue Asian Games 2018, di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bisa berhemat hingga lebih dari Rp 1 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ini dengan memaksimalkan skema proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Dia mengaku, tercatat ada 15 bandar udara, 20 pelabuhan, dan 5 terminal yang akan dilakukan efisien dengan skema KPBU.

“Hal paling signifikan adalah kami mengupayakan proyek KPBU, karena tercatat ada 15 bandara, 20 pelabuhan, 5 terminal yang kita lakukan suatu upaya KPBU. Artinya apa? Artinya tidak ada lagi APBNyang kita bebankan pada 2019. Oleh karena itu kami bisa melakukan efisiensi lebih dari satu triliun,” jelas Menhub, seperti dikutip Sabtu 18 Agustus 2018.

Dia menuturkan jika skema KPBU ini bukan menjual proyek melainkan melakukan kerjasama konsesi dalam jangka waktu tertentu. Dan penerima konsesi akan menanggung seluruh biaya baik capital expenditure (capex) maupun operating expenditure (opex). (Heros/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here