Mendag akan Penetrasi Pasar agar Harga Beras Sesuai HET

0
182

JAKARTA,presidentpost.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan stabilisasi harga beras di pasar seluruh Indonesia dengan cara penetrasi pasar.

Hal tersebut dikatakan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang sudah mendapat izin untuk melakukan penetrasi atau mengguyur pasar dengan beras stok pemerintah, mulai hari ini.

“Nah sekarang kita sudah tadi rakor, dan memerintahkan kembali guyur pasar, maksudnya penetrasi pasar. Mulai hari ini,” kata dia ketika ditanya awak media saat menghadiri Rapat Koordinasi soal Beras Impor, di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (27/8).

Ia menjelaskan, akan terus mengguyur pasar sampai harga beras turun. Atau beras ada di angka harga eceran tertinggi (HET).

“Targetnya sampai harga stabil sesuai HET,” kata dia.

Langkah ini dilakukan karena harga beras medium sudah di HET yaitu sebesar Rp 9450/kg.

Mengacu pada data foodstation.com harga beras medium IR 64 II pada (27/8) Rp 9.625 pr kg harga tersebut naik dibanding pada hari sebelumnya Rp 9.550 per kg.

Salain memberikam informasi mengenai langkah penetrasi, dalam rapat ini juga Mendag memastikan tahun ini pemerintah tidak akan menambah izin impor beras.

Setelah sebelumnya, pemerintah melalui rakor yang sudah disetujui kementerian pertanian sampai Bulog sudah menggelontorkan izin impor beras sebesar 2 juta ton.

“Insyaallah (sampai akhir tahun tidak ada izin impor beras), Izin impor itu kan 500 ton, 500 ton dan 1 juta ton itu sudah ditentukan April lalu,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kebijakan untuk melakukan impor saat ini merupakan dampak dari stok beras yang semakin tipis di dalam negeri.

“Bulog yang memutuskan untuk mengimpor. Kenapa harus impor? karena bicara soal suplai dan demmand. Karena suplainya berkurang dan kecenderungan harganya meningkat, ketersedianan stoknya berkurang maka akan kita isi,” papar dia.

Sementara itu, Kemendag memberlakukan aturan pencantuman label pada kemasan beras sejak 25 Agustus. Hal itu sebagai upaya memberikan informasi kepada konsumen.

Menurut Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggriono label pada beras akan berisi informasi mengenai asal. Dengan begitu menjamin kualitas dari beras.

Adapun jenis beras yang mesti dilabeli informasi tersebut adalah medium, premium dan khusus. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 59 Tahun 2018 Tentang Kewajiban Pencantuman Label Kemasan Beras. (Heros/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here