Stadion Manahan Renovasi Besar-Besaran

0
598
foto: jatengprov.go.id

SURAKARTA, presidentpost.id – Menyusul renovasi besar-besaran Stadion Manahan, Wali Kota FX. Hadi Rudyatmo menghendaki Kawasan Manahan dijadikan kompleks olahraga bertaraf internasional. Wali Kota Rudyatmo mengatakan Pemerintah Kota Surakarta akan membangun sejumlah venue olahraga baru di Manahan setelah renovasi stadion selesai dilakukan. “Kami akan meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar dibuatkan master plan kompleks Manahan agar dapat menjadi pusat kegiatan olahraga bertaraf internasional,” ujarnya, Senin (27/08).

Wali Kota Rudyatmo mengatakan pembangunan komplek olah raga bertaraf internasional di Kota Surakarta sudah sangat mendesak, mengingat posisi kota ini yang sering kali ditunjuk sebagai tuan rumah berbagai kegiatan olah raga, baik yang berskala nasional maupun internasional. Salah satu yang akan dibuat adalah venue sirkuit sepeda BMX. “Mudah-mudahan setelah jadi nanti Manahan bisa menjadi fasilitas olah raga internasional, yang tidak hanya dinikmati masyarakat Kota Surakarta saja namun masyarakat Indonesia bahkan internasional pun bisa,” kata dia.

Pernyataan tersebut dikemukakan Wali Kota Rudyatmo seusai mendengarkan paparan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan Pelaksanaan Penataan Bangunan Strategis 2 Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Kusworo Darpito di ruang kerjanya. Kusworo mengatakan Kementrian PUPR mengucurkan dana sebesar Rp 300 miliar lebih untuk renovasi Stadion Manahan. PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai pemenang lelang telah menandatangani kontrak kerja per 20 Agustus silam akan mengerjakan proyek tersebut selama 407 hari. “Akhir September ini mudah-mudahan pembongkaran selesai sehingga bisa dimulai pembangunannya,” ujarnya.

Menurut Kusworo, renovasi stadion dilakukan dengan menyesuaikan standar The Federation Internationale de Football Association (FIFA). Kusworo mengatakan meski pemenang lelang sudah meneken kontrak, namun pekerjaan belum dapat dimulai karena pembongkaran dan penghapusan aset di beberapa bagian belum kelar. “Renovasi ini tidak mengubah struktur bangunan utama, tetapi dilakukan secara menyeluruh mulai dari bangunan utama sampai ke fasilitas pendukung,” jelasnya.

Dia menyebut renovasi bangunan utama stadion yang dibangun pada masa Pemerintahan Presiden Soeharto itu nanti akan membuat Stadion Manahan mirip dengan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta. Hanya saja kapasitasnya lebih kecil, sekitar 20.000 penonton. Dibandingkan dengan kapasitas saat ini, bahkan lebih sedikit. “Karena sesuai standar FIFA, bangku penonton tidak boleh lagi bangku panjang tetapi harus single seat, bernomor dan permanen. Mengikuti ketentuan FIFA, Stadion Manahan termasuk klasifikasi stadion kelas dua,” ujarnya lagi.

Kusworo mengatakan selain bangku penonton, fasilitas utama stadion yang bakal dirombak adalah pemasangan atap di seluruh tribun stadion. Saat ini hanya tribun di sisi barat yang terlindungi dengan atap. “Nantinya tidak hanya penonton VIP saja yang dipayungi atap, penonton di tribun selatan, timur dan utara pun akan merasakan fasilitas yang sama,” ujarnya.

Selain itu, penerangan stadion juga bakal diganti menyesuaikan standar FIFA. Menurut Kusworo, FIFA mensyaratkan penerangan stadion minimal 1.500 lux, atau 2000 lux dan 3500 lux. “Kalau yang ada di GBK itu 3.500 lux. Tapi untuk Manahan 1500 lux dan itu sudah memenuhi standar,” terang Kusworo.

Rumput (field of play) yang digunakan untuk pertandingan juga akan dilakukan penggantian. Rumput lapangan Stadion Manahan sebenarnya pernah diganti. Namun jenisnya masih Dactylon Cynodon yang nantinya menurut Kusworo akan menggunakan rumput Zoysia Matrella (Linn) Merr atau yang biasa dikenal dengan istilah Rumput Manila. “Jenis rumputnya sama dengan GBK. Tentu saja selain mengganti rumput, juga dilakukan perbaikan drainase lapangan,” tambah dia.

Sementara renovasi penunjang Kusworo menyebut perbaikan meliputi ruang ganti pemain, ruang media, ruang untuk konfrensi pers hingga MCK. Dia memastikan semuanya bakal dibangun sesuai standar internasional. “Tentu saja dengan menyediakan akses bagi penyandang disabilitas,” tuturnya. (JATENGPROV/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here