KJRI Jeddah Ungkap Sisi Lain Berhaji Bagi Kemaslahatan Bangsa Dan Negara Selain Bernilai Untuk Ibadah

0
108
kemlu.go.id

JEDDAH, Presidentpost.id – KJRI Jeddah Mohamad Hery Saripudin mengatakan, penyelenggaraan haji tidak hanya berdimensi ibadah semata. Tapi sekaligus juga meningkatkan devisa negara yang peruntukannya untuk kemaslahatan bangsa dan negara.

Bagaimana tidak, jumlah jemaah haji Indonesia yang merupakan terbesar, yakni 221 ribu orang, merupakan potensi pasar yang mengagumkan. Hal tersebut Hery katakan kepada tim Media Center Haji (MCH) Daker Makkah di kantornya. “Haji bisa menghasikan devisa negara. Karena itu, kami mendorong peningkatan ekspor produk-produk Indonesia ke Arab Saudi,” ujar Hery.

Menurutnya, bagi jemaah, ibadah haji adalah tujuan akhir. Tapi bagi Pemerintah, sisi lain dari ibadah haji adalah tujuan perantara (intervening goal).

“Ibadah haji sangat strategis ditinjau dari berbagai aspek,” jelasnya.

Kebijakan Kementerian Agama (Kemenag), lanjut Hery, yang mewajibkan penyedia katering pada musim haji tahun ini wajib menggunakan bumbu masak dari Indonesia, merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan produk Indonesia ke negeri kerajaan tersebut.

Hery pun mengharapkan, beras yang pada musim haji tahun ini disuplai dari Thailand, pada tahun mendatang bisa dari Indonesia. Demikian juga ikan patin yang pada saat ini dipasok dari Vietnam, dia menginginkan berikutnya didatangkan dari Indonesia.

“Sebenarnya bisa masuk ikan patin buat katering haji, kami sudah ada pembicaraan juga dengan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tapi karena waktunya terlalu mepet jadi belum bisa,” ujar Hery.

Peningkatan Perdagangan

Di sisi lain menurut Bidang Ekonomi KJRI Jeddah Gunawan, berdasarkan data statistik perdagangan, total perdagangan Indonesia-Arab Saudi periode Januari-Juni 2018 mencapai US$2,687 miliar atau naik 23,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017 yang mencapai US$2,177 miliar.

Total perdagangan migas, kata Gunawan, periode Januari-Juli 2018 senilai US$1,517 miliar, naik 41,19 persen dibandingkan periode yang sama pada 2017dengan nilai US$1,074 miliar.

“Total perdagangan nonmigas sampai dengan Juni 2018 mengalami kenaikan mencapai sebesar 6,07% dari US$1,103 pada Juni 2017 menjadi US$1,170 miliar pada periode yang sama pada 2018,” jelasnya(KEMLU/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here