KKN MU Dengan MDMC Purbalingga Lakukan Simulasi Penanganan Kebakaran

0
171
foto: jatengprov.go.id

PURBALINGGA, presidentpost.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah untuk Negeri ata yang lebih akrab disingkat KKN MU bekerjasama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC Kabupaten Purbalingga melakukan simulasi penanganan kebakaran. Simulasi ini diselenggarakan di Desa Serayu Karanganyar, Kecamatan Mrebet beberapa waktu yang lalu.

“Jadi kami (MDMC Purbalingga, Red) dan KKN MU ingin memberikan pengetahuan melalui simulasi kebakaran agar warga dapat siap tanggap darurat menanggulangi tentang kebakaran,” kata salah satu anggota MDMC Purbalingga, Khaerul Anwar Andrianto saat dihubungi, Senin (3/9).

Desa Serayu Karanganyar dijadikan tujuan sosialisasi dikarenakan sering terjadi kebakaran di wilayah ini yang diakibatkan oleh tungku untuk memasak. Peserta sosialisasi yang terdiri dari Kepala Desa (Kades), Kepala Dusun (Kadus), Linmas, Ketua RT dan beberapa masyarakat setempat diberikan pemahaman apabila terjadi kebakaran.

“Para peserta ini diberikan pengetahuan tentang kebakaran, mereka juga kami ajak untuk mempraktekan pemadam kebakaran secara tradisional dan menggunakan alat pemadam api ringan (apar),” terang Khaerul.

Dalam sosialisasinya ia menjelaskan untuk memadamkan api secara tradisional bisa menggunakan handuk, selimut dan kain goni serta menggunakan apar jika ada. Kemudian lokasi kejadian harus diamankan serta jauhkan bahan bakar dari sekitar lokasi kejadian.

“Ketika ada kejadian kebakaran, segera hubungi pemadam kebakaran,” tegasnya.

Dengan adanya sosialisasi penanganan kebakaran ini, Khaerul mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan jangan lalai ketika memasak. Instalasi listrik yang ada harus digunakan sesuai dengan prosedur yang ada.

“Harapannya masyarakat mampu mencegah kebakaran sebelum pemadam kebakaran datang dan mengerti tata cara memadamkan apa,” harap Khaerul.

Ia berpesan untuk menangani kejadian kebakaran dan menolong korban kebakaran bukan menggunkan modal nekad. Masyarakat di sekitar lokasi kejadian sebelum menolong korban harus mempunyai skill (kemampuan, Red).

“Jadi perhatikan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menulong orang lain,” pesannya. (JATENGPROV/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here