Disnakertrans Jateng Dapat Mobil dari BPJS Ketenagakerjaan

0
450
www.bpjsketenagakerjaan.go.id

JAWA TENGAH, presidentpost.id – Sebagai penghargaan atas diraihnya peringkat pertama Paritrana Award oleh provinsi Jawa Tengah, Disnakertrans Jateng menerima hadiah sebuah mobil dari BPJS Ketenagakerjaan.
Perhargaan ini diraih atas komitmen pemerintah provinsi Jateng dalam perlindungan kepada tenaga kerja melalui BPJS ketenagakerjaan.

Secara seremonial, satu unit mobil Innova seri tertinggi tersebut diserahkan oleh Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng DIY, Moch Triyono.

Sekretaris Daerah Pemprov Jateng, Sri Puryono menerimanya, didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng, Wika Bintang di halaman kantor Disnakertrans Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (30/8/2018).

“Terima kasih atas kerja samanya, semoga ke depan capaian ini dapat kita pertahankan,” ujarnya Moch Triyono.

Hal tersebut diaminkan Wika, yang dalam laporannya menuturkan bahwa pencapaian ini tidak lahir begitu saja, butuh perjuangan dan kerja sama semua pihak.

“Perlu kami laporkan bapak Sekda, kami bersinergi, turun bareng ke perusahaan yang mangkir. Dan syukurlah, semakin hari semakin tinggi tingkat kepesertaannya,” tambahnya.
Saat ini persentase kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pekerja formal pada angka 94 persen, sedangkan yang nonformal sebesar 63 persen.

Karenanya secara bersinergi dan komprehensif, Wika dan Moch Triyono kompak menuturkan akan mendorong kepesertaan pegawai non upah alias yang bekerja mandiri.

Sembari mengoptimalkan kepesertawaan pegawai yang menerima upah.
“Mulai sosialisasi ke pasar tradisional, dan beberapa langkah lain semoga Paritrana bisa kita pertahankan ke depannya,” lanjutnya.

Sri Puryono menyambut hangat hal tersebut karena sadar bahwa ini menjadi kebutuhan, bukan hanya sekadar kewajiban bagi masyarakat.

“Sebagaimana yang dituturkan Bapak Deputi, Pak Moch Triyono bahwa dengan adanya perlindungan ini meminimalisir timbulnya masyarakat miskin baru,” sambutnya.
Langkah sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di pasar tradisional Solo juga dapat diadopsi untuk daerah lainnya.

Satu di antara upayanya melalui kesenian laiknya wayang, juga dengan memegang key personnya.

Apalagi Solo juga meraih penghargaan serupa untuk tingkat Kabupaten / Kota.

Bagi masyarakat yang telah ikut jaminan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, sebab dapat bekerja dengan nyaman dan tidak was was.

Sehingga manakala terjadi sesuatu sudah ada pihak yang akan mencover.
Apalagi biaya yang dikeluarkan untuk program ini juga terjangkau, yakni RP 16 ribu perbulan.

Selain menyasar sektor non formal, investor baru juga menjadi fokus untuk ke depannya.

“Sebab di beberapa daerah termasuk Boyolali dan Purwodadi akan muncul banyak perusahaan baru. Ini akan mendapat perhatian agar masyarakat Jateng tidak hanya bekerja, namun juga dapat sejahtera dan terlindungi,” lanjut Triyono.

Diraihnya penghargaan ini, berdasar pada empat penilaian yaitu coverage kepesertaan, regulasi, inisiatif dan diseminasi informasi.

Selain itu, penilaian juga tidak hanya melihat portofolio.

Gubernur Jawa Tengah yaitu Ganjar Pranowo juga diuji oleh enam ahli untuk meraih penghargaan ini.

Jauh sebelum seremoni penyerahan mobil, terlebih dahulu telah dilaksanakan penyerahan penghargaan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Gubernur Jateng yang dilaksanakan pada Selasa 31 Agustus 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here