Kunker DPRD Semarang Ke Sukoharjo Terkait Tunjangan Santunan

0
216
Foto: jatengprov.go.id

SUKOHARJO, presidentpost.id – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang di bawah pimpinan ketua Komisi D Laser Narindro, ST . M.Msi  Selasa (4/9) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo . Kunker dilaksanakan terkait kebijakan tunjangan santunan Kematian kepada Masyarakat tidak mampu . Bertempat di ruang Graha Satya Karya (GSK) lantai II Setda, rombongan yang berjumlah 15 orang diterima Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Sukoharjo Ari Haryanto M.Si memakili Bupati Sukoharjo.

Menurut Ketua rombongan Laser Narindro ST, MT yang juga ketua Komisi D mengawali sambutannya mengatakan ”Di Sukoharjo, saya lihat jaminan Sosial berupa tunjangan santunan kematian sudah berjalan dengan baik, Jika dilihat dari luas wilayahnya yang di bandingkan dengan wilayah lain di Jawa Tengah, Kabupaten Sukoharjo memiliki wilayah yang tidak begitu luas, tapi mampu berpihak pada masyarakatnya,  jadi  kami berkunjung kesini untuk mengetahui kiat-kiat  khususnya terkait kebijakan berupa santunan kematian khususnya bagi warga yang tidak mampu ini , sehingga akan kami adopsi kiat dari sukoharjo ini untuk kami jadikan percontohan implementasi di Kota semarang nantinya” ujar Laser Narindro ST, MT ketua Komisi D.

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Sukoharjo Ari Haryanto M.Si memakili Bupati Sukoharjo menerima kunker kali ini, turut mendampingi Kabid Bantuan jaminan sosial Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo Sukimin serta OPD terkait seperti BKD, Bagian Kesra dan Bapedda.

“santunan kematian merupakan program prorakyat andalan Pemkab Sukoharjo. Nilai santunan yang diberikan cukup tinggi. Rp3 juta per orang dan terbesar. Pemkab Sukoharjo tetap berkomitmen untuk memberikan santunan kematian pada gakin yang meninggal dengan harapan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” jelas Ari Haryanto mengakhiri pembacaan sambutan Bupati. Acara dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab kemudian ditutup dengan tukar menukar cinderamata.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag humas dan protokol setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN,M.Hum. (JATENGPROV/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here