BPJS Ketenagakerjaan Waspadai Oknum Mengeruk Keuntungan

0
115
www.bpjsketenagakerjaan.go.id

BEKASI, presidentpost.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) menilai ada kelompok atau inividu yang menjual merek mereka untuk mengeruk keuntungan.

Hal itu disampaikan saat menanggapi pesan berantai di media sosial tentang adanya penarikan uang Rp 21 juta bagi karyawan dengan masa kerja tahun 1990-2018.

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga, Irvansyah Utoh Banja, menyatakan, kabar tersebut merupakan berita palsu alias hoaks.

Menurut Irvansyah Utoh Banja, motif penarikan dana BPJS yang beredar secara online ini berkedok survei.

Hal ini ditengarai menjadi salah satu upaya penipuan dan pencurian data personal.

Baca: BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Gelar Wisata Akuisisi Pasar Cipulir

“Kami tidak pernah pernah menyelenggarakan undian atau sejenisnya dengan menjanjikan sejumlah dana atau hadiah”. Irvansyah Utoh Banja menilai ada pihak yang tidak bertanggung jawab dengan mencoba memanfaatkan brand institusi BPJS dan menyebarkan kabar hoaks.

Informasi apapun terkait dengan BPJS Ketenagakerjaan bisa langsung diakses dengan mendatangi Kantor Cabang atau cek situs lembaganya di www.bpjsketenagakerjaan.go.id.

Masyarakat juga mengakses media sosial resmi BPJS Ketenagakerjaan dan menghubungi petugas dengan nomor panggilan 1500910.

Utoh menyatakan bakal terus memantau situs atau media sosial yang terindikasi melakukan praktik penipuan berdasarkan laporan yang masuk.

BPJS Ketenagakerjaan akan berkoordinasi dengan kementerian terkait agar dilakukan pemblokiran terhadap situs-situs penipuan tersebut.

“Kami himbau masyarakat harus terus waspada. Jangan mudah tertipu oleh semua bentuk penawaran yang mengatasnamakan institusi BPJS. Apalagi terdapat permintaan yang mengarahkan peserta untuk membayar sejumlah uang atau menyebarkan kembali tautan, maka dapat dipastikan hal tersebut bermotif penipuan,” kata Irvansyah Utoh Banja.

Senada diungkapkan Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf.

Lembaganya melalui akun media sosial resmi juga telah menyampaikan bahwa berita tersebut tidak benar adanya.Pihaknya pun berharap agar masyarakat agar berhati-hati menyikapi informasi hoaks dan tidak ikut menyebarkan informasi hoaks tersebut.

“Indikasinya itu mengarah ke tindakan penipuan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap modus-modus penipuan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Iqbal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here