Perum Jamkrindo Fasilitasi Karyawannya Untuk Kredit Perumahan

0
111
Pressrelease

Presidentpost.id – Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) memfasilitasi para karyawannya dalam program pembiayaan pemilikan rumah. Program tersebut merupakan hasil kerjasama Jamkrindo dengan PT BRI Multifinance Indonesia dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF.

”Melalui kerja sama ini, seluruh karyawan Perum Jamkrindo bisa memperoleh kemudahan kredit dengan plafon pembiayaan perumahan mencapai Rp 700 juta dengan bunga  fix selama 20 tahun,” kata Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto dalam acara peluncuran program Pembiayaan Perumahan bagi Pegawai Jamkrindo pada Senin, 10 September 2018.

Randi  menjelaskan, plafon dan pengenaan bunga fix hingga 20 tahun sangat menarik karena umumnya pembiayaan konvensional mengenakan bunga fix hanya beberapa tahun saja, selanjutnya mengikuti tingkat bunga pasar. Selain itu, debt to service ratio (DSR) bisa mencapai 40 persen dari take home pay.  ”Ini lebih tinggi dari DSR yang umum diterapkan dalam kredit pemilikan rumah yakni 30 persen dari take home pay,” ujarnya.

Selain plafon pembiayaan maksimal sebesar Rp 700 juta, para karyawan yang memanfaatkan fasilitas ini bisa memilih kepemilikan bangunan yang diinginkan, baik rumah tapak siap huni atau rumah susun siap huni. Karyawan juga dibebaskan memilih mau mengajukan pembiayaan untuk bangunan di mana saja yang ada di Indonesia. Prosesnya juga akan jauh lebih mudah dibandingkan mengurus sendiri dan dilakukan melalui skema potong gaji oleh perusahaan.

”Kami mengucapkan rasa syukur dan terimakasih atas sinergi yang telah berhasil dijalin bersama SMF dan BRI Finance ini. Dengan adanya kerjasama ini kebutuhan perumahan bagi karyawan kini dapat terpenuhi. Kami optimistis hal ini akan memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan,” ungkap Randi.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengungkapkan bahwa   penyaluran KPR Karyawan Jamkrindo merupakan wujud sinergi BUMN dan merupakan pilot project yang pertama,  diharapkan selanjutnya produk ini dapat diaplikasikan dengan berbagai pihak sehingga memungkinkan berbagai pihak dapat mewujudkan kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau.

”Melalui kerjasama ini kami berharap selanjutnya produk ini dapat  diaplikasikan juga dengan berbagai pihak sehingga memungkinkan berbagai pihak dapat mewujudkan kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau, ” ucap Ananta.

Sementara itu Direktur Utama Bri Finance Wisto Prihadi  berharap kerjasama semacam ini bisa diaplikasikan di institusi BUMN lain. Ia pun berterimakasih karena telah diberikan kepercayaan dalam hal sinergi pembiayaan perumahan bagi karyawan Jamkrindo. ”BRI Finance siap menjalin kerjasama yang saling melengkapi baik dengan SMF maupun institusi BUMN lainnya,” ujar Wisto.

Pada acara peluncuran program Pembiayaan Perumahan bagi Pegawai Jamkrindo, hadir juga jajaran direksi dari perusahaan yang tergabung dalam Himpunan Penjaminan dan Perasuransian Negara (Himppara) yaitu PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero), PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero), Perum Jaminan Kredit Indonesia (Persero), PT Jasa Raharja (Persero), PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero), PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Reasuransi Umum Indonesia (Persero). Harapannya kerjasama ini, model sinergi semacam ini bisa diaplikasikan di perusahaan lainnya.

Tentang Perum Jamkrindo

Perusahaan Umum (Perum) Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) adalah badan usaha milik negara yang bergerak di bidang penjaminan dengan produk program dan nonprogam. Produk untuk mendukung program pemerintah adalah penjaminan kredit usaha rakyat (KUR), penjaminan kredit pemilikan rumah (KPR) sejahtera dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), dan penjaminan sistem resi gudang. Adapun produk non-program adalah penjaminan kredit/pembiayaan umum, penjaminan kredit/pembiayaan mikro, penjaminan kredit/pembiayaan konstruksi dan pengadaan barang/jasa, penjaminan kredit/pembiayaan multiguna, penjaminan distribusi barang, penjaminan bank garansi/kontra garansi, surety bond, penjaminan kredit BPR/BPRS, custom bond, penjaminan keagenan kargo, penjaminan invoice financing, penjaminan skema subsidi resi Gudang, penjaminan fintech. Selain itu, Perum Jamkrindo juga melakukan pemeringkatan UMKM.

Saat ini, Perum Jamkrindo memiliki jaringan kerja di 9 kantor wilayah, 1 kantor cabang khusus, 56 kantor cabang, dan 16 kantor unit pelayanan (KUP). Selama tahun 2017, Perum Jamkrindo membukukan aset Rp 14,6 triliun, tumbuh dari Rp 13,4  triliun pada 2016.  Pada tahun 2018 ini Perum Jamkrindo menargetkan volume penjaminan sebesar Rp 156,8 triliun yang terdiri dari penjaminan KUR Rp 50 triliun dan non-KUR Rp 106,8 triliun. Perum Jamkrindo juga meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan tahun 2017, berdasarkan hasil audit oleh Kantor Akuntan Publik Hertanto, Grace, Karunawan (HGK) member of TIAG yang dilansir pada Rabu 28/2/2018.  Dalam hal penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), Perum Jamkrindo dibawah Direktur Utama Randi Anto  meraih predikat dengan kualifikasi sangat baik dan berdasarkan sertifikasi PEFINDO (Credit Rating Agency) berperingkat AA Plus (Double A Plus, Stable Outlook).  Informasi lain mengenai Perum Jamkrindo bisa diakses melalui www.jamkrindo.co.id

Tentang SMF

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mengemban tugas untuk melaksanakan amanat sebagai special mission vehicle dalam menyediakan dana – jangka menengah/panjang, guna mendukung ketersediaan rumah yang layak dan terjangkau untuk seluruh keluarga Indonesia.

Sepanjang Semester I tahun 2018  SMF telah mendukung penyaluran KPR kepada penyalur KPR sebesar Rp4,3 triliun atau 45,22% dari target tahun 2018, sehingga secara kumulatif total akumulasi dana yang telah dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan sejak tahun 2006 sampai dengan 30 Juni 2018 mencapai sebesar Rp41,97 triliun, yang terdiri dari pembiayaan sebesar Rp31,82 triliun, dengan NPL 0,  dan sekuritisasi sebesar Rp10,15 triliun.

Pada tahun 2018 ini SMF tengah fokus dalam menjalankan fungsi sebagai fiscal tools Pemerintah melalui penguatan bisnis Perseroan.Hal tersebut direalisasikan melalui keikutsertaan SMF dalam penurunan beban porsi Pemerintah dari sebelumnya 90 persen menjadi 75 persen dalam penyaluran KPR FLPP bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta memperluas akses terhadap sumber dana murah jangka menengah panjang.

Tentang BRI Finance:

PT. BRI Multifinance Indonesia didirikan pada tahun 1983, fokus pada pembiayaan Sewa Guna Usaha & Pembiayaan Konsumer, dengan total aset sebesar Rp.2.607.098.000.000,- sampai dengan tahun 2017, dan  NPL 1,3% pada tahun yang sama

Pembiayaan konsumer BRI Finance bergerak di segmen pembiayaan kendaraan roda dua, roda empat, dan pembiayaan KPR, saat ini pekayanan konsumer BRI Finance sudah tersebar di seluruh Indonesia. (Pressrelease)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here