Visi “Smart Embassy” KBRI Singapura untuk Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Dipuji Ketua DPR-RI

0
244
inakoran.com

SINGAPURA, Presidentpost.id – Ketua DPR-RI, Bambang Soesatyo memuji upaya KBRI Singapura memberikan perlindungan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI), antara lain melalui pengembangan “Smart Embassy“. Duta Besar RI untuk Singapura Ngurah Swajaya juga melaporkan mengenai kenaikan investasi dari Singapura untuk periode 6 bulan pertama Tahun 2018 sebesar 38% dibandingkan periode yang sama Tahun 2017 menjadi US$5,04 Milyar atau setara dengan Rp.70 triliun.

Dalam pertemuan disela-sela makan pagi dengan Delegasi DPR yang menghadiri ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) di Singapura, Duta Besar RI Ngurah Swajaya, menyampaikan pengembangan “Smart Embassy” untuk Perlindungan WNI dan Diplomasi Ekonomi. Melalui aplikasi digital, KBRI Singapura memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dengan memudahkan publik Indonesia mengakses pelayanan yang diberikan oleh KBRI Singapura, melakukan pengaduan dan mengikuti berbagai kegiatan di KBRI Singapura. Untuk Perlindungan PMI, KBRI Singapura menerapkan “beyond protection” yang mencakup pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan bersertifikat yang memungkinkan PMI memperoleh pekerjaan yang lebih baik ketika selesai menjadi PMI di Singapura. Terkait diplomasi ekonomi, KBRI Singapura melalui Atase Perdagangan, membuka Showcase yang menampilkan contoh produk ekspor potensial, termasuk pengembangan Showcase virtual yang berfungsi sebagai “market place” yang akan didukung starts up e-commerce sehingga memungkinkan interaksi yang lebih mudah antara importir potensial dengan eksportir potensial di Indonesia.

Inisiatif yang diambil KBRI Singapura ini wajar karena menurut pria yang akrab dipanggil Bamsoet itu, “KBRI harus memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi semua WNI yang tinggal di Singapura serta harus bisa memotivasi dan memberikan pencerahan kepada masyarakat Indonesia di negara pulau itu”. Hal ini disampaikannya ketika bertemu Duta Besar RI Ngurah Swajaya di Singapura (05/09/2018) sebelum kunjungan kehormatan para Ketua Parlemen kepada Presiden Singapura.

Duta Besar RI Ngurah Swajaya sependapat, dan pada kesempatan itu menjelaskan bahwa KBRI Singapura sedang membantu  merealisasikan inisiatif pengembangan “10 New Bali” yang dicanangkan Presiden Jokowi saat pertemuan retreat dg PM Lee Hsien Loong dari Singapura saat memperingari 50 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Singapura tahun 2017 di Singapura. Pengembanngan “10 New Bali” akan menambah destinasi pariwisata yang baru dan destinasi investasi infrastruktur di 10 lokasi dimaksud, yang meliputi Danau Toba, Tanjung Kelayang (Belitung), Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Bromo-Tengger, Borobudur/Prambanan, Mandalika (Lombok) Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.

Saat ini, Danau Toba dan Belitung akan segera dihubungkan dengan penerbangan langsung dari Singapura.

Di bidang perdagangan, hubungan perdagangan kedua negara ditandai dengan surplus untuk produk-produk non-migas Indonesia, meskipun secara total masih defisit apabila dimasukkan komponen impor migas Indonesia dari Singapura.

Sementara itu di bidang pariwisata, Duta Besar RI Ngurah Swajaya menjelaskan bahwa wisatawan asal Singapura menduduki urutan kedua terbesar wisatawan manca negara berkunjung ke Indonesia.

Ketua DPR-RI didampingi oleh Wakil Ketua DPR, Fadli Zon dan Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR-RI, Nurhayati Ali Assegaf, Muhammad Misbakhun (Fraksi Golkar), Ahmadi Noor Supit (F-Golkar) dan Aboe Bakar Alhabsy (F-PKS) berada di Singapura untuk kunjungan muhibah selama 3 hari, pada 3-5 September 2018. Kehadiran Ketua dan Delegasi DPR-RI di Singapura untuk menghadiri Sidang ke-39 AIPA (ASEAN Inter-Parliamentary Assembly).(KEMLU/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here