Menperin Sebut Asean Siap Bersinergi Jadi Pabrikan Manufaktur Terdepan

0
49

HANOI, presidentpost.id – Negara-negara di kawasan Asia Tenggara sedang meningkatkan kemampuan dan menyiapkan kolaborasi bersama untuk menjadi basis manufaktur terdepan di Asia (factory Asia’s next frontier) serta mengambil peluang dengan memasuki era revolusi industri 4.0.

“Jadi, ke depan itu bukan lagi persoalan kekuatan masing-masing, tetapi lebih kepada kerja sama antara negara anggota Asean yang saling menguntungkan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menjadi narasumber pada diskusi panel World Economic Forum (WEF) on Asean di Hanoi, Vietnam, Kamis (13/9).

Forum tersebut dihadiri lebih dari 1.200 peserta yang meliputi pemimpin bisnis, kepala negara, menteri, akademisi, dan sejumlah tokoh penting. Mereka berdiskusi dan berbagi pandangan mengenai masa depan, khususnya tentang Industri 4.0 sesuai tema yang diusung “Asean 4.0: Entrepreneurship and the Fourth Industrial Revolution”.

Menperin menyebutkan, beberapa strategi yang perlu dilakukan negara-negara di Asean supaya industri manufakturnya berdaya saing global, antara lain adalah meningkatkan kapabilitas manufaktur mereka yang maju dan diperlukan kebijakan untuk menarik investasi.

Selanjutnya, teknologi baru harus diadopsi dan dibutuhkan keterampilan pekerja dalam menanganinya. “Dengan industri 4.0, tentunya menimbulkan kesempatan baru yang membutuhkan kerja sama untuk reskilling maupun up-skilling terhadap kompetensi sumber daya manusia (SDM) di masing-masing negara Asean,” jelas Airlangga.

Menurutnya, seluruh tenaga kerja yang berketerampilan tinggi akan menjadi kunci kesuksesan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Selain itu, yang perlu diperhatkan adalah industri kecil dan menengah (IKM) ikut berpartisipasi dalam transformasi tersebut.

“Negara-negara ASEAN harus mempertimbangkan kolaborasi timbal balik sebagai sarana mempercepat transformasi dan mengatasi tantangan secara bersama. Mereka juga harus memanfaatkan kekuatan masing-masing negara dan menciptakan sinergi di antara mereka sendiri,” papar Menperin.

Sebelumnya, di depan sejumlah pemimpin negara, Presiden Joko Widodo mengajak mereka bersama-sama mendorong peningkatan ekonomi bukan lagi dari sumber daya alam, melainkan SDM yang tidak terbatas. Menariknya, Jokowi menyampaikan hal itu dengan menyitir film Avengers: Infinity War.

“Kita tahu, dalam film tersebut muncul sosok bernama Thanos yang mengancam akan memusnahkan setengah populasi bumi, dengan alasan sumber daya yang kian terbatas. Namun kenyataannya, sumber daya untuk manusia tidak terbatas,” tegasnya. (Heros/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here